Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Ma'ruf Minta Massa Aksi 22 Mei Membawa Bukti

Pemilu pilpres 2019
Candra Yuri Nuralam • 20 Mei 2019 07:52
Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 02 Ma'ruf Amin meminta massa aksi 22 Mei nanti menyampaikan aksi dengan damai. Dia harap penyampaian aksi nanti disertai bukti konkret.
 
"Ya kita harapkan demo itu menyampaikan pelanggaran pemilu. bukan demo (tanpa bukti)," kata Ma'ruf di Twin Plaza Hotel, Slipi, Jakarta Pusat, Minggu 19 Mei 2019.
 
Ma'ruf sendiri berharap penyampaian kecurangan disampaikan kepada lembaga yang berwenang. Penyampaian kecurangan di jalan dinilai bukan hal yang seharusnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang sebenarnya kalau soal ditemukan kecurangan semestinya menyampaikan kecurangan itu ke Bawaslu atau ke Makhamah Konstitusi. Kan begitu aturan yang sudah ada," ujar Ma'ruf.
 
Meski demikian Ma'ruf tidak melarang adanya demonstrasi. Dia membebaskan demonstrasi yang memang hak seluruh masyarakat.
 
Namun, mantan Rais Aam PBNU itu meminta masyarakat untuk berhati-hati saat mengikuti aksi 22 Mei nanti. Terlebih, kata Ma'ruf, aksi 22 Mei diisukan menjadi target sasaran teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD).
 
"Ya maka itu harus waspada. Jika ada asumsi seperti itu ada potensi untuk disusupi. Karena itu masyarakat harus waspada," tutur Ma'ruf.
 
Baca: Polda Metro Belum Terima Permintaan Izin Aksi 22 Mei
 
Sebelumnya, polisi mewanti-wanti masyarakat untuk tidak turun ke jalan pada 22 Mei 2019. Pasalnya pada hari yang bertepatan dengan pengumuman hasil pemilu 2019 terdapat ancaman aksi terorisme.
 
'Pada 22 Mei kami mengimbau agar tidak ada aksi massa. Ini akan rawan teror bom dan kejahatan lain,' kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen M Iqbal, Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Hal tersebut didasari pengakuan terduga teroris yang baru saja ditangkap. Iqbal mengungkapkan dalam pemeriksaan mereka menyasar momentum 22 Mei 2019 untuk meledakkan bom dalam kerumunan massa.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif