Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Verry Surya Hendrawan - MI/Rommy Pujianto.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Verry Surya Hendrawan - MI/Rommy Pujianto.

Demokrat Diwanti-wanti Harus Dukung Jokowi Tanpa Syarat

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 20 Mei 2019 16:34
Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Verry Surya Hendrawan, merespons pernyataan Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Pandjaitan. Verry menyebut tak ada yang salah dengan keinginan Demokrat untuk lepas dari Koalisi Indonesia Adil Makmur.
 
Dia tak keberatan jika Demokrat mendukung paslon nomor urut 01. Sebab, semakin besar dukungan maka semakin baik. Mengingat, pembangunan bangsa membutuhkan kerja nyata banyak pihak.
 
Namun, bergabung tidaknya Demokrat butuh persetujuan Jokowi-Ma'ruf sebagai kandidat terpilih. Dia juga menyebut bergabungnya Demokrat perlu diperjelas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sepenuhnya kami berikan karena ini adalah hak dari presiden dan wapres terpilih jadi kami dalam posisi menyerahkan sepenuhnya pada beliau-beliau," ujar Verry.
 
(Baca juga:Demokrat: AHY Punya Kapasitas Masuk Kabinet)
 
Verry mengingatkan Demokrat dukungan yang diberikan partai Koalisi Indonesia Kerja pada Jokowi-Ma'ruf tanpa syarat. "Murni melihat kinerja, prestasi, dan apa yang sudah Pak Jokowi lakukan untuk pemerintahan dalam 4 tahun sebelumnya," ujar Verry di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Hari ini, Hinca memastikan pihaknya akan mengakhiri koalisi dengan kubu Prabowo-Sandi setelah penetapan hasil Pemilu 2019. Selama ini pihaknya selalu mendukung Badan Pemenangan Nasional (BPN), karena terikat etik politik yang bergabung dalam satu Koalisi Indonesia Adil Makmur.
 
"Iya (koalisi berakhir). Kan bukan koalisi sampai mati toh. Koalisi parpol untuk capres. Nah, capres itu habis batas waktunya 22 Mei. Nah peluit terakhir ditiupkan oleh wasit dalam hal ini KPU itu nanti tanggal 22 Mei. Kalau sudah ditiup peluit pertandingan berakhir ya berakhir," ujarnya di Gedung KPU, Menteng, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Ia mengibaratkan dukungan koalisi seperti main sepak bola. Menyentuh garis finish adalah kewajiban bagi setiap pemain. Garis finish dimaksud ialah hingga KPU menetapkan pemenang Pemilu 2019.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif