Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (tengah). Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (tengah). Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

Ma'ruf Minta Relawan Kerja Keras Tanpa Korbankan Persatuan

Pemilu pilpres 2019 maruf amin
21 Maret 2019 01:47
Jakarta: Cawapres 01 K.H. Ma'ruf Amin mengajak seluruh relawan bekerja keras memenangkan Pilpres 2019, namun tanpa harus mengorbankan persatuan.
 
"Berbagai cara dilakukan, termasuk door to door dari darat, udara, dan langit," ujar Kiai Ma'ruf saat menghadiri Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama di Grage Hotel, Provinsi Bengkulu, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Dia menargetkan pasangan nomor urut 01 bisa menang di Bengkulu sekitar 70 persen. "Kalau di Pulau Jawa mungkin agak sedikit halus, kalau di Sumatra karena karakter berbeda, agak sedikit lebih tegas sesuai dengan semangat orang Sumatra, yakin akan menang 70% di Bengkulu," kata Kiai Ma'ruf.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi, lanjut dia, Jokowi sudah meletakkan landasan untuk kemajuan Indonesia. Karena itu harus didukung.
 
Meski bekerja keras untuk menang, Kiai Ma'ruf mengingatkan untuk tetap terus menjaga keutuhan bangsa dan menghindari terjadinya konflik. Tidak boleh menghalalkan segala cara.
 
"Kita harus menjaga merawat keutuhan bangsa ini dan mencegah terjadinya konflik, mencegah terjadinya paham-paham intoleran, baik dari kalangan Islam maupun non-Islam," ujarnya.
 
Lebih lanjut, Kiai Ma’ruf menjabarkan empat bingkai kerukunan yang harus dijaga bangsa Indonesia. Menurutnya di tahun politik seperti saat ini, empat bingkai itu harus dijaga. Hal itu agar hubungan antarmasyarakat tetap rukun dan maju.
 
Pertama, kata Ma'ruf, bingkai politis. Indonesia memiliki bingkai politis yang menyatukan seluruh bangsa termasuk kerukunan beragama. Ia mengatakan, kerukunan modal bernegara dan unsur utama yaitu kerukunan antarumat beragama.
 
"Jika antarumat beragama tidak rukun, stabilitas keamanan negara akan terganggu. Karena itu, potensi konflik antarumat beragama harus dicegah," kata Kiai asal Tangerang Banten itu.
 
Ia menyebutkan, Indonesia pernah mengalami kerusuhan disebabkan oleh sentimen agama, yaitu di Poso dan Ambon. Hal itu menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia untuk mencegah terjadi kembali.
 
Kedua, lanjut Kiai Ma'ruf yaitu bingkai yuridis. Ia mengungkapkan harus ada upaya menangkal masuknya ideologi yang melahirkan kelompok intoleran dan bertentangan dengan Pancasila ataupun Undang-undang Dasar 1945.
 
"Soal khilafah enggak usah petenteng-petenteng, proporsional saja yang tidak menyalahi kesepakatan. Kalau orang menyalahi kesepakatan, bubar NKRI," ucap Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) itu.
 
Selanjutnya, Mustasyar PBNU itu menyebutkan bingkai kearifan lokal. Menurut dia, kearifan lokal tidak bisa diganggu karena menyentuh langsung pada budaya dan kepercayaan warga setempat.
 
Dan bingkai keempat adalah teologi. Menurut dia, setiap masyarakat harus mengetahui batasan-batasan untuk tidak melukai umat yang berbeda keyakinan.
 
"Umat beragama harus membangun teologi kerukunan. Jangan teologi konflik," tuturnya.
 

(MBM)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif