Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Klaim Kemenangan Prabowo di Jakarta dan Lampung Diduga Bohong

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Arga sumantri • 23 April 2019 08:37
Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menduga klaim kemenangan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Jakarta dan Lampung bohong. Kubu Jokowi-Ma'ruf mengaku punya bukti kalau oposan berbohong saat mengklaim kemenangan di dua wilayah itu.
 
Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy, mengungkapkan temuan tim di lapangan mendapati ada kebohongan dalam penghitungan suara yang dilakukan kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02. Klaim kemenangan didasarkan hanya pada uji sampling di 300-an tempat pemungutan suara (TPS).
 
"Sedangkan, jumlah TPS di DKI Jakarta sebanyak 29.063 TPS, dengan jumlah pemilih tetap sebanyak 7,2 juta," kata Edy di Jakarta, Selasa, 23 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, TKN Jokowi-Ma'ruf juga menemukan adanya kerusakan data, data ganda, alamat tidak lengkap, serta sebaran pengumpulan data di TPS yang tidak merata. Singkatnya, kubu Prabowo-Sandi hanya mengambil data di TPS yang tercatat memperoleh kemenangan.
 
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga menyatakan, diduga ada kesalahan metode sampling yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi di Lampung. Dari hasil penelusuran TKN, hitung cepat (quick count) Prabowo-Sandi hanya dilakukan di 30 TPS. Padahal, berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah TPS di Lampung sebanyak 26.265 dan 8 TPS untuk daftar pemilih tambahan (DPTb).
 
(Baca juga:Jimly: KPU dan Bawaslu Harus Gagah)
 
"Jadi tidak heran kalau mereka klaim kemenangan di Jakarta 62,23% dan Lampung 59,09%. Kami sangat menyayangkan cara-cara seperti ini. Karena ini jelas edukasi yang salah ke masyarakat," kata Arya.
 
Arya juga membantah tudingan terjadinya praktik oligarki politik yang menguntungkan salah satu kubu pada Pilpres 2019. Ia menilai pelaksanaan Pilpres telah berjalan sesuai dengan koridor perundang-undangan yang berlaku.
 
Jika ada dugaan kecurangan, TKN meminta pihak terkait segera melaporkannya ke pihak Bawaslu.
"Jadi tidak perlu reaktif, membuat analisis yang tidak berdasar. Kita harus menentang segala bentuk delegitimasi pemilu," ucap Arya.
 
TKN Jokowi-Ma'ruf mengajak publik untuk tetap tenang sembari menunggu hasil real count dari KPU rampung. Lagipula, masyarakat juga bisa memantau penghitungan melalui lembaga dengan reputasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
 
Kubu Jokowi-Ma'ruf juga menyediakan aplikasi untuk penghitungan suara yang bisa diakses masyarakat, yakni JAMIN. Aplikasi ini berisi pelaporan saksi mulai dari TPS. TKN memastikan, seluruh data yang diolah aplikasi itu telah melalui verifikasi ketat untuk menghasilkan data C1 yang akurat.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif