Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di gedung KPU, Jakarta Pusat. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di gedung KPU, Jakarta Pusat. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

KPU Akui Proses Coklit Tak Sempurna

Pemilu kpu pemilu serentak 2019
Ilham Pratama Putra • 20 Maret 2019 10:45
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilu Serentak 2019 belum sempurna. KPU menyadari petugas yang ditunjuk KPU untuk coklit pasti memiliki kesalahan.
 
"Kegiatan coklit tentu tidak mungkin (100 persen). Kecil kemungkinan bisa 100 persen dilaksanakan," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Sebelumnya, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja juga mengeluhkan proses coklit oleh petugas KPU. Dia mencontohkan kasus yang luput dari prosedur saat coklit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalkan 101 WNA yang masuk ke DPT akhirnya terungkap. Yang anehnya kami temukan makin banyak 200 WNA masuk dalam DPT yang banyak itu di Bali," jelas Bagja.
 
Bagja mengatakan hasil kajian yang pernah dilakukan Bawaslu menemukan dari 10 rumah yang didatangi langsung petugas coklit KPU, terdapat satu hingga dua rumah yang tak didatangi. Padahal dalam aturannya petugas coklit harus mendatangi setiap rumah agar masyarakat yang memiliki hak pilih bisa masuk DPT.
 
"Permasalahan coklit yang tidak sepenuhnya dilakukan dengan cara mendatangi rumah-rumah sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan," jelas Bagja.
 
Baca juga:KPU Dianggap Gagal Fokus
 
Menanggapi itu, Pramono menyebut kemungkinan tidak terdatanya pemilih lantaran si pemilik rumah berada di luar. Ada pula si empunya rumah yang menolak ditemui atau tengah berada di tempat bekerja.
 
"Itu kendala-kendala teknis di lapangan yang seringkali menghambat teman-teman petugas kita untuk melakukan coklit," kata Pramono.
 
Lebih lanjut, pihaknya siap menerima aduan jika ditemukan penyelewengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). KPU memastikan hadir untuk melakukan pengecekan.
 
"KPU akan melakukan verifikasi, baik di Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih) kita, dan verifikasi di lapangan, kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," katanya
 
Dia menyebut, akan mencoret data pemilih yang terdata dua kali atau ganda. Untuk yang meninggal dunia juga akan dicoret setelah diverifikasi langsung lewat coklit ke rumah-rumah.

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif