TKN: Wajar Demokrat Bebaskan Kader Dukung Jokowi

Amaluddin 17 November 2018 11:38 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
TKN: Wajar Demokrat Bebaskan Kader Dukung Jokowi
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Hasto Kristiyanto, di sela konsolidasi dengan jajaran Tim Kampanye Daerah (TKD) kabupaten/kota se-Jatim di Posko TKD Jatim di Surabaya. Medcom.id/Amaluddin
Surabaya:Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin Hasto Kristiyanto menganggap wajar Partai Demokrat membebaskan kadernya memilih capres/cawapres pada Pilpres 2019. Sebab, partai koalisi yang mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dirugikan.

"Karena di survei juga terlihat, ketika Gerindra naik, Demokrat malah melorot. Maka sikap Demokrat wajar," ujar Hasto, di sela konsolidasi dengan Tim Kampanye Daerah (TKD) kabupaten/kota se-Jatim di Posko TKD Jatim, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jumat malam, 16 November 2018.


Hasto menyebut tidak sedikit dukungan kader kubu Prabowo-Sandi berubah haluan. Mereka terpikat melihat bagaimana kepemimpinan Jokowi yang merangkul dan menghargai rakyat.

"Sehingga logis jika kemudian semakin banyak yang terpikat, termasuk kader Demokrat. Tadi ada bahasa dari kawan-kawan, istilahnya di sana madesu atau masa depan suram. Mungkin karena merasa masa depan suram di kubu Pak Prabowo dan Pak Sandiaga, kemudian terpikat ke Pak Jokowi-Ma'ruf," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Hasto, ada pula kemungkinan anggota koalisi Prabowo-Sandi merasa kurang nyaman dengan narasi-narasi politik yang membangun pesimisme rakyat. Partai koalisi takut bakal terkena dampak penurunan elektabilitas jika ikut mendukung narasi kampanye yang banyak menimbulkan blunder.

Dia menyebut setidaknya ada tiga kasus yang membuat kubu lawan harus minta maaf. Kasus hoaks Ratna Sarumpaet ketika Indonesia berduka akibat bencana Sulteng, ucapan Prabowo soal 'wajah Boyolali' dan etika Sandi ketika berziarah ke makam tokoh besar Nadhlatul Ulama.

"Itulah ciri kepemimpinan yang grusa-grusu, penuh pencitraan sehingga ketika ciri aslinya muncul, malah blunder," ujarnya.

Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menambahkan, narasi politik yang dibangun Jokowi-Ma'ruf lewat merangkul dan membangun optimisme rakyat. TKN berusaha menekankan pertarungan di 2019 bukan perjuangan untuk satu kelompok atau orang.

"Bukan untuk Pak Jokowi. Tapi untuk masa depan Indonesia Raya. Maka kita semua merangkul, membangun optimisme untuk giat membangun bangsa, bukan menakut-nakuti rakyat,” kata mantan Kapolda Jatim itu.


 



(SUR)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id