Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. ANT/Rivan Awal Lingga.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. ANT/Rivan Awal Lingga.

Akuisisi Freeport Seharusnya Bisa Dilakukan Era SBY

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Dian Ihsan Siregar • 23 Desember 2018 08:40
Jakarta:Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut akuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia sebenarnya ‎bisa dilakukan di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, SBY lebih memilih memperpanjang kontrak karya dengan perusahaan yang bernaung di Amerika Serikat (AS) tersebut.
 
"Seharusnya kan ini dilakukan oleh pak SBY, tapi justru SBY memperpanjang kan, jadi seharusnya mereka memberikan apresiasi yang sangat besar, tidak hanya sekedar mengkritik saja," kataWakil Sekretaris TKNJoko Widodo-Ma'ruf Amin, Ahmad Rofiq saat dihubungi wartawan, Sabtu, 22 Desember 2018.
 
Ahmad mengingatkan SBY untuk menyampaikan kritik sesuai dengan data dan fakta. Apalagi, kata dia, dengan akuisisi itu, porsi saham Freeport Indonesia akan terus bertambah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita nanti tidak hanya 51, kalau nanti bisa berkembang bisa terus mencapai 90 persen," jelas dia.
 
(Baca: Kado Akhir Tahun dari Jokowi)
 
Dia mengakui proses negosiasi untuk merebut saham Freeport tak mudah dan butuh waktu panjang. Mengingat, kontrak karya Freeport saat itu masih berjalan.
 
"Sehingga membuat negosiasi itu tak bisa dikerjakan, dengan masa kontrak selesai, maka negosiasi itu dimulai dari nol, sebagaimana yang diinginkan pemerintah," kata Sekjen Partai Perindo itu.
 
Indonesia resmi menguasai 51 persen saham Freeport Indonesia. Transaksi akuisisi dilakukan oleh PT Inalum (Persero) selaku holding BUMN pertambangan. Nilai transaksi mencapai USD3,85 miliar atau setara Rp55,8 triliun.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif