Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: MI/Susanto)
Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: MI/Susanto)

107,5 Juta Pemilih Diprediksi Ramaikan Pilkada 2020

Pemilu PIlkada Serentak 2020
Media Indonesia • 09 Juli 2019 12:59
Jakarta: Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh memprediksi 107,5 juta pemilih berpartisipasi di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
 
"Ada 107.531.641. Itu daftar pemilih potensial, artinya orang-orang yang memiliki potensi untuk memilih pada (Pilkada Serentak) September 2020," ujar Zudan kepada Media Indonesia, Selasa, 9 Juli 2019.
 
Zudan mengatakan data tersebut telah disusun dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4). Jumlah itu telah mencakup anak-anak yang akan berusia 17 tahun menjelang Pilkada atau sudah menikah namun belum mencapai usia 23 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Zudan menjelaskan pihaknya akan menyerahkan DP4 kepada KPU guna menjadi rujukan bagi penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Februari 2020. Hingga Februari 2020 sangat mungkin terjadi perubahan atau pergeseran jumlah pemilih.
 
Baca juga:Pilkada Serentak 2020 Digelar di 270 Daerah
 
"Akan diserahkan nanti di Februari sekitar tanggal 22-24," terang Zudan.
 
Zudan mengaku pihaknya siap mendukung Pilkada 2020 agar berlangsung demokratis. Ia optimistis Kementerian Dalam Negeri dapat membantu menyiapkan data-data terkait pemilih Pilkada Serentak 2020.
 
"Ditjen Dukcapil siap. Data kependudukan kita kan di-update terus setiap hari. Sehingga kalau menyiapkan DP4 Pilkada 2020 itu bukan hal yang sulit. Datanya tersedia dan sudah berkali-kalu juga kita siapkan DP4 dalam konteks pemilu di Indonesia," pungkasnya.
 
KPU sebelumnya mengumumkan sebanyak 270 daerah akan menggelar Pilkada Serentak 2020. Jumlah tersebut terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.
 
"Yang 269 yang sudah berakhir masa jabatannya (untuk kepala daerahnya), yang pilkadanya sudah dilaksanakan pada 2015 lalu. Yang di Makassar pilkadanya digeser, dilaksanakan kembali pada 2020. Total jadi ada 270 (daerah)," terang Komisioner KPU Viryan Aziz pada Senin, 24 Juni 2019. (Melalusa Susthira K)
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif