Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. Foto: MI/Ramdani.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. Foto: MI/Ramdani.

Demokrat Meminta Kericuhan Aksi 22 Mei Diinvestigasi

Pemilu pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 26 Mei 2019 06:29
Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan meminta aksi protes 22 Mei yang berakhir ricuh perlu diinvestigasi. Khususnya terkait kesimpangsiuran informasi penggunaan amunisi tajam saat kericuhan terjadi.
 
"Karena menurut polisi, mereka tidak membawa peluru. Tapi, rata-rata mereka ini lukanya dari tembakan peluru. Ini Paradoks sekali ya," kata Syarief usai menjenguk korban kericuhan 22 Mei di RSUD Tarakan Jakarta, Sabtu 25 Mei 2019.
 
Ia meminta kepolisian mengusut secara gamblang dan transparan kericuhan yang terjadi.
Apakah ada pihak ketiga yang turut menyulut kericuhan hingga jatuhnya korban jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita prihatin sekali. untuk itu Demokrat meminta kasus ini diungkap secara gamblang agar masyarakat tahu," tegasnya.
 
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman ingin memastikan sebagai rumah sakit pemerintah, RSUD Tarakan jangan membebani biaya bagi korban yang kini masih dirawat. Korban sepenuhnya bebas dari biaya selama menjalani perawatan.
 
"Kami juga ingin memastikan, pasien mendapatkan pelayanan yang baik dari rumah sakit Tarakan, karena kebetulan Tarakan ini rumah sakit pemerintah. Kami juga harap pemerintah bertanggungjawab, minimal pasien tidak ada lagi yang dibebani biaya perawatan dan biaya pemulihan pascaperawatan," jelas dia.
 
Partai Demokrat juga menyatakan keprihatinan mereka atas jatuhnya para korban dan berharap agar insiden yang sama tidak lagi pernah terjadi di masa-masa mendatang.
 

(WHS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif