Tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziyberjalan memasuki Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Adam Dwi.
Tersangka kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziyberjalan memasuki Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/Adam Dwi.

Romahurmuziy: Selamat Sidang Pak Prabowo

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Juven Martua Sitompul • 14 Juni 2019 16:27
Jakarta: Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy ikut berkomentar soal sidang perdana sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Sidang bakal memproses gugatan calon presiden (capres) Prabowo Subianto yang kalah dari petahana Joko Widodo.
 
‎"Selamat atas sidangnya buat Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang sekarang di MK sudah dimulai. Apa pun hasilnya itulah yang terbaik," kata Romi, sapaan Romahurmuziy di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat, 14 Juni 2019.
 
Di KPK, Romi sejatinya bakal menjalani pemeriksaan lanjutan. Dia diusut sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Romi yang mengenakan rompi tahanan ogah berkomentar soal materi pemeriksaannya hari ini. Dia justru menanggapi sidang sengketa pilpres di MK.

Usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri (RS Polri), kondisi Romi mulai membaik. Dia sempat menjalani pembantaran sebanyak tiga kali karena sakit.
 
"Iya, saya alhamdulillah, jalani pemeriksaan dulu ya," jelas Romi seraya masuk ke Gedung KPK.
 
Dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan, Romi disinyalir mengatur jabatan di Kemenag pusat dan daerah. Romi diduga menerima suap dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.
 
Baca: FPI Datang ke MK Mengeklaim Bukan untuk Politik
 
Suap diberikan agar Romi mengatur proses seleksi jabatan untuk kedua penyuap tersebut. Romi selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Muafaq juga dijerat juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif