Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Hasto: Pemilu Sekarang Berbeda dengan Orde Baru

Pemilu pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 16 April 2019 14:59
Jakarta: Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan masyarakat agar tak menjadi golongan putih (golput). Dia menilai tak ada alasan kuat bagi mereka untuk tak memilih karena demokrasi di Indonesia sudah sangat berkembang dan menunjung transparansi.
 
"Berbeda dengan masa Orde Baru ketika seluruh hasil-hasil pemilu sudah dilakukan rekayasa politik sehingga seluruh hasilnya sudah bisa diperkirakan," kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2019.
 
Menurut dia, masyarakat tak perlu khawatir kondisi pemilu Orde Baru yang terus memenangkan Presiden Soeharto terjadi. Pasalnya, saat ini sistem demokrasi Indonesia telah matang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari segi partisipan sendiri, demokrasi Indonesia sangat dinamis. Tak ada lagi yang monoloyalitas kepada seorang calon. Calon yang bertarung juga tak bisa menggerakkan aparatur sipil negara (ASN) untuk tidak netral.
 
"Apa pun dengan tanggung jawab kita sebagai warga negara akan menentukan arah masa depan bangsa," ujar Hasto.
 
Ia berharap masyarakat bersama-sama mewujudkan demokrasi,dengan menggunakan hak pilihnya. Hasto pun mengamanatkan para kader berlaku serupa.
 
Mereka diminta memberikan edukasi pada seluruh relawan dan masyarakat tentang pemilu. Pasalnya, pemilihan lima tahun sekali ini sangat penting untuk menentukan nasib bangsa.
 
"Hak untuk memilih harus digunakan sebagai kewajiban warga negara," tegas Hasto.
 
Baca: KPU: Logistik Pemilu Siap Digunakan
 
Sementara itu, agenda Pemilu 2019 sudah masuk pada masa tenang, sejak 14 hingga 16 April 2019. Masa tenang diberikan dengan harapan masyarakat bisa memikirkan calon pilihannya dengan lebih baik tanpa banyak gangguan.
 
Masyarakat diharap sudah mantap dengan pilihannya saat menuju tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April 2019. Publik nantinya bakal memilih secara serentak wakilnya di Parlemen dan presiden dan wakil presiden untuk lima tahun ke depan.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif