Banner debat perdana Pilpres 2019 di Hotel Bidakara Jakarta. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Banner debat perdana Pilpres 2019 di Hotel Bidakara Jakarta. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

Kekuatan Jokowi Tak Punya Beban Masa Lalu

Pemilu pilpres 2019
18 Januari 2019 13:46
Jakarta: Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Maman Imanulhaq menyatakan calon presiden dan calon wakil presiden petahana semakin siap menghadapi debat sesi berikutnya. Jokowi dinilai punya kekuatan khusus yang bisa diandalkan untuk mengumpulkan lebih banyak dukungan.
 
"Jokowi tidak punya beban masa lalu soal hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan dia juga jadi gubernur bukan karena uang, tetapi rakyat yang memilih. Ini jadi kekuatan besar (kubu petahana)," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 18 Januari 2019.
 
Langkah Jokowi melakukan sekakmat beberapa kali terhadap lawannya, kata Maman, menunjukkan kubu petahana mampu menguasai keadaan. Satu contoh ketika kubu Prabowo-Sandi menyebut seorang presiden punya kekuatan absolut termasuk dalam penegakan hukum mendapat pertentangan keras dari Jokowi-Ma'ruf.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maman mengatakan Jokowi dengan lugas menyampaikan bahwa hukum tidak bisa digunakan sebagai alat kekuasaan. Sebagaimana teori trias politica, hukum harus dijadikan sebagai alat menegakkan keadilan.
 
"Itu jelas menjelaskan bagaimana Jokowi tidak akan pernah menjadikan hukum sebagai alat kekuasaan. Contohnya, dia punya putri dua kali ikut seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) dan gagal. Itu pembuktian," kata dia.
 
Tak berhenti di situ, dalam debat Jokowi juga memperlihatkan bagaimana keseimbangan fungsi eksekutif dalam pengelolaan pemerintahan. Ketika calon wakil presiden kubu penantang Sandiaga Uno bicara tentang pengalaman karena pernah menjabat sebagai wakil gubernur, saat itu ia tengah menunjukkan persaingan dengan Prabowo yang notabene calon presiden pendampingnya.
 
Dalam konteks itu Ma'ruf Amin tidak menunjukkan bahwa dirinya lebih unggul dari Jokowi sebab menyadari posisinya sebagai pembantu presiden. Tapi di aspek lain yang ia dapat bersinggungan langsung seperti dalam hal terorisme dan radikalisme, Ma'ruf Amin menunjukkan kompetensi dirinya.
 
"Dengan cerdas Ma'ruf mengatakan radikalisme itu sebuah kejahatan, bukan jihad. Inilah kekuatan keduanya," ungkap Maman.
 
Maman menambahkan dua pola hubungan harmonis antara presiden dan wakil presiden seperti inilah yang menunjukkan bahwa Jokowi dan Ma'ruf Amin merupakan orang yang bersih dan tak punya masalah di masa lalu.
 
"Kita memilih pemimpin itu yang mampu saling kerja sama, saling komunikasi, dan tahu posisinya masing-masing mana presiden mana wakil presiden. Kubu pasangan 02 kelihatan sekali rebutan panggung," pungkasnya.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif