Dewan Pers memediasi Tirto dengan tim sukses Jokowi-Maruf. Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo
Dewan Pers memediasi Tirto dengan tim sukses Jokowi-Maruf. Foto: Medcom.id/Kautsar Prabowo

Dewan Pers Damaikan Tirto.id dan Kubu Jokowi

Pemilu jurnalistik pemilu serentak 2019 hoax
Kautsar Widya Prabowo • 22 Maret 2019 14:56
Jakarta: Dewan Pers memediasi permasalahan jurnalistik yang menerpa portal media daring Tirto.id. Media ini sempat dilaporkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyusul beredarnya meme di media sosial yang dianggap menyudutkan.
 
Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar menjelaskan mediasi adalah salah satu mekanisme dalam menyelesaikan sengketa atas produk jurnalistik.
 
"Siang ini sudah dilakukan mediasi antara TKN dengan Tirto.id. Sudah dicapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah ini di Dewan Pers sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujar Ahmad di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berkaca dari permasalahan ini, Ahmad mengimbau media massa untuk lebih berhati-hati membuat produk jurnalistik. Jangan sampai menimbulkan dampak yang merugikan pihak tertentu, mengingat saat ini adalah momen kampanye pemilu.
 
"Pers sebagai pengusung demokrasi seharusnya mampu menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas, yang tidak menimbulkan kerugian bagi pihak mana pun," tuturnya.
 
Mengaku salah
 
Pimpinan Redaksi Tirto.id Sapto Anggoro secara terbuka mengakui kesalahan yang dilakukan medianya. Ia juga meminta maaf jika ada pihak yang merasa dirugikan atas produk jurnalistik yang dihasilkan.
 
"Secara jurnalistik saya mempertangungjawabkan itu dan mengakui kesalahan serta meminta maaf," tuturnya.
 
Ia menambahkan, meme yang menyalahi aturan sudah diganti dengan pernyataan sesuai dengan faktanya. Hal tersebut sesuai dengan amanat Pasal 10 Kode Etik Jurnalistik Tahun 2006.
 
"Kalau kita melakukan kesalahan harus segara mencabut selanjutnya meminta maaf. Demikian yang sampaikan sebagai pimpinan redaksi Tirto.id," imbuhnya.
 
Jangan mengadu domba
 
Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan, mengapresiasi pengakuan kesalahan dan permintaan maaf pemimpin redaksi Tirto.id. Ia berharap pemberitaan yang tidak sesuai fakta tak terjadi lagi ke depan.
 
"Menghadapi pemilu nanti, khususnya saat pencoblosan 17 April, tidak ada lagi persoalan-persolan yang menghujat, yang mengadu domba," kata dia.
 
Tirto.id memproduksi meme dari ucapan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat mengikuti debat ketiga Pemilu 2019 pada Minggu, 17 Maret 2019. Nyatanya, meme yang dibuat menyinggung kubu pasangan 01.
 
Dalam debat cawapres, Ma'ruf menyatakan "Kami juga mengajak kita semua untuk melawan dan memerangi hoaks. Karena hoaks merusak tatanan bangsa indonesia. Melawan dan memerangi fitnah seperti; kalau Jokowi terpilih kementerian agama dibubarkan, kementerian agama dilarang, azan dilarang, dan zina dilegalisir. Saya bersumpah demi Allah, selama hidup saya, akan saya lawan upaya-upaya untuk melakukan itu semua."
 
Kalimat itu dimaksudkan untuk mencontohkan bentuk-bentuk hoaks yang bakal dilawan. Namun Tirto.id memotong kalimat itu dan hanya mengutip kalimat 'zina bisa dilegalisir'. Selain itu tokoh fiktif Pak Tirto menanggapinya dengan menulis 'Oke gaes jangan lupa ke depannya sedia kondom dan cap 3 jari yes!"
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif