Pemilu. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pemilu. Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Pembelotan Caleg PAN Mirip 'Dua Kaki' Demokrat

Pemilu pemilu serentak 2019
Arga sumantri • 19 Oktober 2018 13:35
Jakarta: Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) Partai Amanat Nasional (PAN) disebut ogah mengampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Fenomena itu dianggap mirip dengan yang terjadi di tubuh Partai Demokrat.
 
"Demokrat sebelumnya 'main dua kaki'," kata Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni, di Posko Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Oktober 2018.
 
Menurut dia, apa yang terjadi dalam tubuh PAN menggambarkan koalisi Prabowo-Sandi rapuh. Sebab, Partai Gerindra terlalu mendominasi koalisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Presiden dan wapres, sekretaris, bendahara, juga dari Gerindra. Lalu apa coattail effect (efek ekor jas) yang akan didapat partai-partai lain?" ungkap dia.
 
Antoni mengeklaim kubu Jokowi-Ma'ruf lebih adil membagi peran di koalisi. Termasuk, kepada partai yang belum memiliki kursi di Parlemen, seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), PKPI Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), juga Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
 
"PSI yang partai baru pun diposisikan dengan baik oleh Mas Hasto (Sekretaris Jenderal PDI PerjuanganHasto Kristiyanto). Perindo, PKPI dan lainnya," kata Antoni.
 
Sebelumnya, Sekretaris JenderalPAN Eddy Soeparno menyebut sejumlah calegnya menolak mengampanyekan Prabowo-Sandi. Hal ini disampaikan Eddy dalam acara rilis lembaga survei Polmark Indonesia, Kamis, 18 Oktober 2018.
 
"Mohon maaf Ketum (Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan), mohon maaf Sekjen (Sekretaris Jenderal). Tetapi di bawah, saya mungkin tidak bisa terang-terangan untuk berpartisipasi dalam pemenangan Pak Prabowo karena konstituen saya tidak sejalan dengan itu. Jadi mohon maaf," kata Eddy menirukan pengakuan caleg dimaksud.
 
Baca: Bawaslu Jakut Tetapkan Caleg Perindo sebagai Tersangka
 
Eddy juga mengakui partainya memang lebih fokus memenangkan pileg ketimbang pilpres. Ini dianggap konsekuensi pileg dan pilpres yang digelar secara serentak di 2019.
 
Selain itu, PAN juga tidak mempunyai perwakilan yang diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. Prabowo-Sandi yang diusung PAN, jelas-jelas berasal dari Gerindra.
 
"Saya menerima WhatsApp, SMS, wah ternyata yang kita pilih itu bukan kader. Kalau kita sekarang keluar teriak-teriak Pak Prabowo, yang dapat angin positifnya Gerindra, bukan PAN," kata Eddy.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif