Debat. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Debat. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Menanti 'Tarung Bebas' Jokowi-Prabowo

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
14 Februari 2019 13:47
Jakarta: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta Humphrey Djemat menanti Debat Capres kedua Pilpres 2019 yang diprediksi lebih menarik. Pasalnya, pada debat kali ini tidak ada kisi-kisi yang dipegang kedua calon presiden (capres), Joko Widodo dan Prabowo Subianto, yang bertarung.
 
"Artinya dalam debat kedua nanti autentiknya jawaban dari sang capres di panggung terlihat jelas," kata Humphrey di Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Menurut dia, debat kedua harus dipersiapkan secara matang sehingga memunculkan gagasan besar peserta debat. Apalagi, debat hanya mempertemukan kedua capres sehingga cukup waktu untuk memunculkan argumentasi bermutu yang didukung fakta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam debat nanti juga ada segmen pertarungan bebas di antara kedua peserta yang bisa menciptakan suasana debat sesungguhnya. Ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kedua capres," jelas dia.
 
Humphrey meminta moderator bisa mempertajam beberapa isu yang sedang hangat. Dengan begitu, isu dalam tema debat bisa memunculkan perbedaan yang kontras baik dari kebijakan pemerintahan Jokowi dengan kritik Prabowo, termasuk solusi darinya.
 
"Dengan demikian maka pada debat kedua nanti ada kemunculan argumentasi keberhasilan versus kegagalan yang cukup mencolok," tegas dia.
 
Dia menyebut semua argumentasi tajam itu akan tambah menarik jika dikaitkan dengan isu impor, Freeport, hingga infrastruktur. Artinya, debat tidak boleh hanya bicara normatif saja. Debat harus membahas tentang kemanfaatan bagi masyarakat banyak.
 
Baca: Debat Kedua Diharapkan Lebih Berwarna
 
"Bicaralah tentang kondisi riil di masyarakat saat ini. Bicaralah yang masyarakat biasa paham implementasi konkret gagasan besar dari masing-masing capres. Kalau situasi ini tercipta dalam debat kedua maka bisa dinilai debat kedua nanti berhasil," papar dia.
 
Capres pun diminta tak melupakan pemilih milenial yang jumlahnya sekitar 85 juta atau 40 persen dari total 192 juta pemilih. Kaum milenial masih menunggu siapa capres yang bisa memenuhi kebutuhan dan kepentingannya. Untuk itu, capres tak boleh memberikan lip service.
 
"
Merekalah (kaum milenial) yang jadi massa mengambang atau swing voters. Merekah yang menentukan kemenangan presiden. Rebutlah simpati mereka dengan cara menjawab tiap isu tema debat kedua ini dikaitkan dengan kebutuhan kepentingan generasi milenial," papar dia.
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif