Komisioner KPU Viryan Azis. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Komisioner KPU Viryan Azis. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

KPU 'Meramu' Pencegahan Hoaks pada Pilkada 2020

Pemilu hoax PIlkada Serentak 2020
Faisal Abdalla • 21 Agustus 2019 09:55
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah mencari cara meminimalisasi peredaran berita bohong (hoaks) jelang Pilkada Serentak 2020. KPU ingin hoaks dicegah sedini mungkin.
 
"Kita sedang analisis mendalam dan outputnya adalah kebijakan berikutnya. Misalnya strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih Pilkada Serentak 2020 yang efektif seperti apa, yang sejak awal mengedukasi dan meminimalisasi potensi hoaks pemilu di tingkat lokal," jelas Komisioner KPU Viryan Azis di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Viryan menjelaskan KPU merujuk Pemilu 2019 untuk mengukur, menganalisis, dan memotret hal-hal penting selama pelaksanaan pemilu. Analisis dilakukan secara bebas dan kualitatif. Kajian kualitatif akan diterjemahkan kembali secara kuantitatif dengan angka-angka pasti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya isu hoaks tujuh kontainer itu kita akan ukur seperti apa hoaksnya. Jadi nanti kita akan bisa dapatkan polanya, termasuk sampai detail diksi kata-kata yang dipilih secara keseluruhan dengan data yang relatif sudah tertata. Baru nanti kita lakukan analisis mendalam," ujar dia.
 
Baca: Pilkada 2020 Diprediksi Masih Diwarnai Hoaks
 
Viryan menyebut hasil analisis itu akan direkomendasikan kepada kementerian/lembaga terkait. Sebab, hoaks bukan hanya permasalahan KPU.
 
"Karena ini kan bukan hanya urusan kepemiluan, kepemiluan sebagai puncak dari satu kehidupan masyarakat dalam berpolitik," tegas dia.
 
Hoaks memang kerap muncul dalam perhelatan politik. Berita bohong soal penemuan tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos sempat mengguncang publik sepanjang tahapan Pemilu Serentak 2019.
 
Isu ini menjadi penting karena tak sedikit masyarakat menganggap hoaks sebagai kebenaran. Beruntung, penyebar hoaks tertangkap dan langsung diproses hukum.
 
Manajer Hubungan Pemerintah Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno, mengamini tantangan menghadapi hoaks masih cukup besar pada Pilkada Serentak 2020. Konten hoaks akan banyak bermain di area abu-abu.
 
"Itu yang menjadi kekhawatiran dan fokus kita ke depan melihat Pilkada 2020. Bagaimana kita bisa memilah antara konten ini dan menentukan kebenaran tersebut," kata Noudhy dalam dalam focus group discussion 'Hoax dalam Pemilu 2019' di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif