Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menerima plakat nomor Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menerima plakat nomor Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Seruan People Power Diduga Dirancang Sejak Kampanye

Pemilu pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 17 Mei 2019 07:43
Jakarta: Seruan people power kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diduga telah dipersiapkan jauh hari. Hal itu dimulai dari narasi kebobrokan ekonomi Indonesia.
 
"Ini sudah dirancang dari awal (kampanye). Mereka tahu bahwa potensi mereka menang tipis melawan petahana (pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin)," ujar salah satu aktivis 98, Aznil Tan, kepada Medcom.id, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Menurut dia, isu ekonomi sulit sengaja diangkat karena pada people power 1998, hal itu yang menggerakkan masyarakat menggulingkan pemerintahan Presiden ke-2 Soeharto. Kala itu, Indonesia didera krisis moneter yang membuat perekonomian tersungkur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aznil menyebut baik Prabowo maupun Sandi tak pernah absen menyuarakan perekonomian sulit dalam tiap kampanye mereka. Hal itu, kata dia, untuk memberi legasi pada seruan people power yang akan mereka gunakan di masa akhir kompetisi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
 
"Dari isu itu mereka mainkan, maka mereka jadikan sebagai syarat terjadinya people power," kata dia.
 
Ia mengimbau masyarakat cerdas dalam melihat peta skenario tersebut. Publik perlu membandingkan narasi yang dilempar ke publik dengan kenyataannya di lapangan. Aznil percaya masyarakat telah semakin dewasa dan bijak dalam menyikapi itu.
 
"Semoga skenario ini bisa digagalkan dan rakyat melawannya," jelas dia.
 
People power pertama kali diserukan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Dia mengancam akan mengerahkan people power ketimbang ke Mahkamah Konstitusi (MK) jika ada kecurangan pada Pemilu 2019.
 
"Kita enggak akan ke MK. Enggak ada gunanya, tapi kita people power. People power sah!" ucap Amien Rais, Minggu, 31 Maret 2019.
 
Mantan Ketua MK Mahfud MD menilai ancaman pengerahan masa ini tak masuk akal. Menurut dia, kecil kemungkinan adanya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pemilu 2019 lantaran pesta demokrasi itu diawasi banyak pihak.
 
Baca: Menhan: People Power Merusak Bangsa
 
"People power itu ada apa? Kan kita punya mekanisme hukum," kata Mahfud, Rabu, 10 April 2019.
 
Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mempertanyakan seruan people power yang digaungkan Amien selaku anggota Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Seruan ini dinilai hanya memanaskan situasi.
 
"Pengerahan massa seperti people power dan sebagainya itu apa? Mau perang?" kata Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama MUI Yusnar Yusuf di Cafe Tjikini Lima, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Mei 2019.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif