Kotak suara. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Kotak suara. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Politik Uang Seret Caleg PAN Mandala Shoji ke Bui

Pemilu pelanggaran kampanye pemilu serentak 2019
Fachri Audhia Hafiez • 22 Januari 2019 13:15
Jakarta: Calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Mandala Abadi Shoji harus merasakan dinginnya lantai Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat. Mandala divonis tiga bulan kurungan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan karena terbukti melakukan pelanggaran pemilu.
 
"Ya, perkembangan terakhir kemarin (akan) ditahan di Rutan Salemba," kata Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Puadi kepada Medcom.id, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Menurut dia, PN Jakarta Selatan memvonis Mandala pidana penjara selama tiga bulan dan denda Rp5 juta. Mandala diyakini bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana serta melanggar peraturan pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mandala bersama timnya melanggar aturan pemilu dengan membagikan kupon umrah dan door prize kepada warga di Pasar Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, pada 11 November 2018. Pembagian hadiah itu diyakini untuk mendulang suara pemilu.
 
Aktor dan pembawa acara juga divonis bersalah dengan perkara yang sama di PN Jakarta Pusat. Dugaan politik uang itu terjadi saat dia berkampanye di Pasar Gembrong Lama, Jakarta Pusat, pada 19 Oktober 2018.
 
Baca: Caleg PAN Diduga Bagi-bagi Kupon Umroh Segera Disidang
 
"Masuk penjara tiga bulan (perkara) di Jakarta Pusat dilanjutkan tiga bulan di Jakarta Selatan karena locus (tempat pelanggarannya) beda kan, di (Jakarta) Pusat dan Selatan," ujar Puadi.
 
Namun, Puadi menjelaskan tidak semua pelanggar pemilu yang divonis bersalah akan ditempatkan di sel tahanan Salemba. Dia bilang keputusan itu bergantung pihak pengadilan.
 
"Itu masuk ranah mereka (pengadilan). Kita hanya memastikan dan mengawasi putusan pengadilan, putusan pengadilan kita nanti ini kalau sudah inkrah, kita menyurati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU)," jelas Puadi.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi