MK Enggan Campuri Putusan MA dan PTUN

M Sholahadhin Azhar 22 November 2018 18:27 WIB
pemilu serentak 2019
MK Enggan Campuri Putusan MA dan PTUN
Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Jakarta:Mahkamah Konstitusi (MK) enggan berkomentar mengenai syarat pencalonan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna menyebut, pihaknya sudah memutuskan perkara terkait hal itu sejak Juli 2018.

"23 juli 2018 sudah kita putuskan. Sejak itu kekuatan hukum mengikat," kata Palguna usai audiensi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kantor MK, Jakarta Pusat, Kamis, 22 November 2018.


Ketetapan itu, kata dia, dituangkan dalam putusan MK No. 30/PUU-XVI/2018. Palguna tak mau berkomentar di luar putusan hukum MK. Ia tak ambil pusing Mahkamah Agung mengabulkan gugatan uji materi Oesman Sapta Odang (OSO) terkait hal itu, demikian pula dengan sikap Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Menurutnya, UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi sudah jelas mengatur tupoksi pihaknya. Dalam pasal 47, putusan MK setelah diumumkan, memiliki kekuatan hukum mengikat.

"Putusan MK tidak lebih dari itu, sikap MK jelas," imbuh Palguna.

Terpisah, Ketua KPU Arief Budiman mengamini pernyataam Palguna. Menurutnya, Hakim MK itu hanya mendengar audiensi dan menjabarkan tupoksi pihaknya. Termasuk mengenai putusan dan kedudukan produk hukum itu.

"Beliau tak mau berkomentar soal putusan PTUN. Beliau hanya menjelaskan itu putusannya," sebut Arief.

Baca: KPU Ingin Segera Konsultasi dengan MK

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menambahkan, pihaknya menangkap pesan dari MK tentang putusan hukum yang setara dengan UU. Artinya, tak ada yang bisa menggagalkan ketentuan bahwa anggota DPD harus berasal dari pihak non-parpol.

"Sehingga semua WN dan lembaga negara wajib mematuhi. Itu yang saya tangkap, pesannya yang sangat jelas," sebut Wahyu.



(DMR)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id