Tim Bravo 5. Foto: Istimewa
Tim Bravo 5. Foto: Istimewa

Bravo 5 Minta Masyarakat Sabar Menunggu Hitungan Resmi

Pemilu pemilu serentak 2019
17 April 2019 20:57
Jakarta: Tim pemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin, Bravo 5, meminta masyarakat bersabar menunggu hitungan resmi pemungutan suara pada Pemilu 2019. Sejumlah lembaga survei sejauh ini menyigi Jokowi-Ma'ruf menang dalam hitung cepat.
 
Alih-alih berpesta, Ketua Umum Bravo 5, Jenderal (Purn) Fachrul Rozi, mengimbau pendukung pasangan nomor urut 01 itu untuk melupakan kompetisi yang cukup panas.
 
"Saatnya kita bekerja keras untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. Sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya di dunia," kata Fachrul di Kantor Sekretariat Bravo 5 di Jalan Maluku, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 17 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai pemilu ini Bravo 5 mengampanyekan kode 03 sebagai tanda persatuan Indonesia merujuk pada sila ketiga Pancasila. "Tidak ada lagi teriakan 01 atau 02. Yang ada adalah teriakan 03, persatuan Indonesia," ujarnya.
 
Menghormati hitung cepat
 
Bravo 5 juga tetap menghormati hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang dirilis dua jam setelah pemungutan suara usai. Sebagian besar menyigi Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan rata-rata 54 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekitar 45 persen.
 
“Kita mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin. Meskipun belum resmi, namun tidak terbantahkan lagi telah mendapatkan kepercayaan rakyat untuk memimpin bangsa ini periode 2019-2024,” ujar Fachrul.
 
Ia menganggap hasil tersebut pantas untuk Jokowi yang telah membuktikan kinerjanya di periode pertama memimpin. "Ini adalah kemenangan yang sangat pantas atas segala kerja keras yang telah ditunjukkan Bapak Jokowi pada periode pertama pemerintahannya,” katanya.
 
Facrul juga mengucapkan terima kasih kepada Prabowo-Sandiaga yang turut meramaikan pesta demokrasi ini. Bravo 5 juga mengapresiasi kerja penyelenggara, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
 
"Meskipun ada ketegangan-ketegangan sedikit, tapi itu hal yang wajar dalam sebuah demokrasi,” kata dia.
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif