Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate - Medcom.id/Arga Sumantri.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate - Medcom.id/Arga Sumantri.

Bawaslu Diminta Tak Gentar Ungkap Kasus Mahar Sandiaga

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Whisnu Mardiansyah • 14 Februari 2019 15:49
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tak perlu gentar kembali mengusut kasus dugaan mahar Rp1 triliun Sandiaga Uno. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sudah memberi sanksi etik kepada Bawaslu karena tidak merespons kasus ini.
 
"Bawaslu enggak perlu takut. Jangan dengan alasan Andi Arief tidak datang. Memang Andi Arief ini siapa membuat misteri demokrasi kita?" kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate kepada Medcom.id, Kamis, 14 Februari 2019.
 
Kasus ini sudah kadung menjadi konsumsi publik lewat cuitan Andi Arief di akun twitternya. Tidak bisa serta merta kasus ini ditutup hanya karena kesepakatan elite politik kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak memperpanjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada tanggung jawab moral tentang hukum. Jangan beralasan dan melupakan. Ini berbahaya untuk demokrasi kita yang kita sebut misteri demokrasi," ujarnya.
 
(Baca juga:Bawaslu Didesak Kembali Usut Kasus Mahar Sandiaga)
 
Jika Andi Arief menolak diperiksa, Bawaslu bisa menyurati Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menghadirkan Andi Arief. Jangan sampai kasus ini terlalu lama mengendap tanpa status yang jelas.
 
"Sehingga masyarakat tahu dengan pasti jangan malah ditutup dan dia menjadi gelap sekarang kan menjadi gelap," pungkas dia.
 
(Baca juga:Bawaslu Kena Semprit DKPP)
 
Sebelumya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberi sanksi kepada ketua dan dua komisioner Bawaslu RI. Ketiga komisioner itu dinilai melakukan pelanggaran etik. Bawaslu dinilai tak merespons kasus dugaan mahar politik Rp1 triliun Sandiaga Uno.
 
"Menjatuhkan Sanksi Peringatan kepada Teradu I Abhan selaku Ketua merangkap Anggota, Teradu II Fritz Edward Siregar, dan Teradu III Rahmat Bagja masing-masing selaku Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum sejak putusan dibacakan," kata Ketua DKPP Harjono dalam putusan.
 


 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi