Petugas KPU menyiapkan peralatan untuk acara Validasi dan Persetujuan Surat Suara Anggota DPR, Presiden dan Wakil Presiden di kantor Pusat KPU, Jakarta. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)
Petugas KPU menyiapkan peralatan untuk acara Validasi dan Persetujuan Surat Suara Anggota DPR, Presiden dan Wakil Presiden di kantor Pusat KPU, Jakarta. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

Debat Kandidat Terhambat Tenggat

Pemilu debat capres pilpres 2019
15 Januari 2019 14:00
Jakarta: Pengamat politik Ray Rangkuti menilai waktu yang diberikan untuk debat kandidat calon presiden dan calon wakil presiden perdana terlalu singkat. Debat yang akan dilangsungkan pada 17 Januari 2019 hanya digelar dalam waktu 90 menit.
 
"Tema yang lebih padat dan spesifik apa akan cukup waktu. Saya khawatir ini terlalu padat," ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Selasa, 15 januari 2019.
 
Ray menilai dengan lima tema besar; visi misi, penegakan hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme, membutuhkan waktu lebih dari 90 menit. Durasi yang terlalu padat dikhawatirkan membuat kandidat capres dan cawapres tidak leluasa menyampaikan persoalan terkait tema besar secara lebih detil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya yakin bahasannya lebih banyak mengambang, retorika, dan tidak tuntas. Kalaupun panelis menyodorkan pertanyaan tidak akan ada feedback, tidak ada upaya memperdalam atau pengembangan. Padahal ketika jawabannya mengambang aspek pendalaman itu penting," kata dia.
 
Sementara itu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid memastikan format debat tidak hanya terfokus pada pertanyaan yang telah diberikan namun juga terbuka untuk ditanggapi, disanggah, atau dipertanyakan. Sesi tersebut akan dibuka pada segmen dua dan tiga.
 
Ia menambahkan segmen tersebut bukan hanya monolog tetapi juga akan disisipkan dengan tanya jawab antarpasangan calon terutama untuk pendalaman. Setiap pasangan calon diberi kesempatan untuk menanggapi, menjawab, atau justru kembali mempertanyakan apa maksud dari pertanyaan.
 
"Tentu kita harus duduk bersama lagi setelah seri pertama dilaksanakan. Apakah seri berikutnya format seperti ini tetap dipertahankan atau tidak, masih terbuka peluangnya," jelas dia.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi