Anggiasari Kerap Dipandang Sebelah Mata di Awal Nyaleg

Patricia Vicka 03 Desember 2018 19:58 WIB
pilegpemilu serentak 2019
Anggiasari Kerap Dipandang Sebelah Mata di Awal <i>Nyaleg</i>
Caleg DPRD RI dari Partai NasDem Anggiasari Puji Aryatie (tengah) di Yogyakarta, Senin, 3 Desember 2018. Medcom.id/Patricia Vicka
Yogyakarta:Penyandang disabilitas Anggiasari Puji Aryatie maju sebagai calon leglatif caleg DPR RI dari Partai NasDem. Anggia banyak menemui kendala dan harus berjuang untuk beradaptasi di awal terjun ke dunia politik.  

Salah satunya dipandang sebelah mata banyak orang.


Dunia politik adalah hal baru bagi si bungsu dari dua bersaudara ini. Anggia pun mengaku kerap disepelekan orang-orang di sekitarnya. Banyak yang meragukan kemampuan dirinya akibat keterbatasan fisik yang dimiliki wanita lulusan sarjana Sastra Prancis Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini.

Secara fisik, Anggia memang berbeda. Namun, fisik tak mengecilkan semangat Anggia untuk memperjuangkan nasib kelompok difabel.

Perempuan kelahiran Jakarta, 6 Agustus 1980, ini sudah bertahun-tahun bekerja di sebuah organisasi yang membantu kaum difabel. Anggia juga aktif melakukan advokasi ke pemerintah bersama komunitas difabel.

Semua persepsi buruk ia terima dengan lapang dada. Malahan, suara sumbang ini menambah semangat Anggia untuk bisa mengubah stigma buruk masyarakat ke kaum difabel.  

"Dipandang sebelah mata itu makanan sehari-hari. Tapi saya enggak mau baper (bawa perasaan). Saya cuma mau bawa perubahan saja," tegasnya pada Medcom.id di Sleman Yogyakarta, Senin, 3 Desember 2018.

Ia pun mendapat banyak pendampingan dan dukungan dari rekan-rekan satu partainya. Berkat pendampingan ini, Anggia banyak belajar bagaimana proses politik dan dinamika yang terjadi di dalamnya.

"Mereka rela berkumpul untuk saya dan teman-teman yang nyaleg,” kata Anggia.

Minimnya ruang publik yang ramah difabel juga mempersulitnya. Ia dan kaum difabel lain kerap kesulitan masuk ke dalam gedung pertemuan setiap acara karena tidak ramah kaum disabilitas.

Anggia berharap partai lainnya turut memberi kesempatan bagi kaum difabel untuk menjadi wakil rakyat.

Nuning Suryaningsih, Ketua Cikal, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang menangani difabel, mengatakan pencalonan Anggia suatu langkah positif bagi kemajuan hidup kaum difabel. Ia menilai sudah waktunya kaum difabel memproklamasikan diri maju memperjuangkan kebutuhan dan kepentingan kaumnya.

"Selama ini bapak ibu dewan di sana enggak tahu permasalahan disabilitas, tapi enggak mau belajar. Saya berharap Mbak Anggia bisa bantu agar advokasi kami sampai," kata Nuning.
 



(SUR)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id