ILustrasi--Suasana konferensi pers Charta Politika Indonesia. Foto: Medcom.id/Fachri.
ILustrasi--Suasana konferensi pers Charta Politika Indonesia. Foto: Medcom.id/Fachri.

Efek Ekor Jas Tampak di Jakarta

Pemilu pemilu serentak 2019
Thomas Harming Suwarta • 12 Februari 2019 08:45
Jakarta: Berdasarkan hasil survei Charta Politica, perolehan suara calon anggota legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan DKI Jakarta didominasi caleg PDIP dan Gerindra.
 
Di tiga dapil di Jakarta, PDIP berpeluang meraih 6 kursi dan Gerindra 7 kursi, diikuti PKS 3 kursi, PKB 2 kursi, Golkar 2 kursi, dan PAN 2 kursi.
 
"Dari temuan ini memang terkonfirmasi bahwa caleg yang punya calon presiden akan menang di pemilihan legislatif. PDIP dan Gerindra mendominasi di Jakarta karena ada Pak Jokowi dan Pak Prabowo sebagai capres," kata Direktur Riset Charta Politica, Muslimin, di Jakarta, Senin, 11 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kondisi itu, kata dia, caleg partai lain harus bekerja lebih keras lagi, mendatangi langsung masyarakat dan menawarkan gagasan yang spesifik yang membedakan dengan caleg yang lain. Artinya, kekuatan figur caleg yang harus dimaksimalkan.
 
"Suka tidak suka memang harus turun lebih giat lagi karena mereka tidak mendapat efek ekor jas (coattail effect) dari capres," jelas Muslimin.
 
Charta Politica melakukan survei pada 18-25 Januari dengan melakukan simulasi pencoblosan surat suara, dengan jumlah res-ponden 800 di setiap dapil. Dengan margin of error 3,40%, survei itu juga menemukan 30% pemilih yang belum menentukan pilihan pada pemilihan legislatif.
 
Baca: PDI Perjuangan dan Gerindra Saling `Gebuk` di Jakarta
 
Lebih lanjur, Muslimin memaparkan PDIP unggul di dapil Jakarta I dan III dengan elektabilitas 17,6% dan 29,4%. Gerindra unggul di dapil II dengan 27,0%.
 
Untuk dapil Jakarta I, PDIP meraih 17,6%, Gerindra 14,0%, Golkar 9,8%, PKB 8,6%, Demokrat 4,9%, PKS 3,9%, PAN 3,3%, NasDem 3,3%, Garuda 3,1%, PSI 2,4%, PKPI 2,0%, Berkarya 1,5%, PPP 1,3%, PBB 0,8%, dan Perindo 0,8%. Ada 21,7% responden yang mengatakan tidak tahu atau tidak jawab.
 
Untuk dapil Jakarta II, Gerindra 27,0%, PDIP24,6%, PKS 8,3%, PKB 4,3%, Golkar 4,1%, Demokrat 3,4%, PAN 3,3%, NasDem 2,4%. Selanjutnya PPP 2,1%, PSI 1,9%, Hanura 0,9%, Perindo 0,8%, PBB 0,5%, Berkarya 0,3%, dan Garuda 0,3%. "Yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 16,1%," kata Muslimin.
 
Di dapil Jakarta III, PDIP 29,4%, Gerindra 21,1%, PKS 7,0%, Golkar 5,5%, PAN 5,1%, PKB 4,0%, NasDem 3,3%, Demokrat 2,4%, PSI 2,3%, PBB 0,9%.
 
Kemudian PPP 0,6%, Perindo 0,6%, Hanura 0,3%, Berkarya 0,3%, Garuda 0,3%, PKPI 0,1%.
Yang tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 17,0%.
 
Dapil I meliputi Jakarta Timur dengan alokasi kursi DPR RI sebanyak 6 kursi. Dapil II Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri 7 kursi, serta dapil III meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu 8 kursi.
 
Diuntungkan
 
Sebelumnya, peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa, menilai PDIP dan Gerindra diuntungkan dalam Pemilu Legislatif 2019 karena bisa memperoleh berkah elektoral dari capres yang diusung.
 
Posisi Prabowo sebagai calon presiden membuat Gerindra mendapatkan efek ekor jas atau coattail effect.
 
"Partai Gerindra adalah partai yang kuat asosiasinya dengan capres Prabowo Subianto. Kuatnya asosiasi itu membuat partai itu diuntungkan dalam pemilu legislatif," kata Ardian.
 
Menurutnya, berkah elektoral itu membuat Gerindra berpotensi menyalip elektabilitas partai besar seperti Golkar yang tidak memiliki capres di pemilu kali ini.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi