Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019--ANTARA/Sigid Kurniawan
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019--ANTARA/Sigid Kurniawan

Presiden Terpilih Diminta Serius Berantas Korupsi

Pemilu korupsi pilpres 2019
Juven Martua Sitompul • 19 Januari 2019 06:06
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak menanggapi banyak debat perdana Pilpres 2019. Lembaga antirasuah fokus pada tugas dan kewenangan.

"‎Untuk debat, kami tidak beri tanggapan atau komentar," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.
 
KPK hanya berharap siapapun yang terpilih memimpin Indonesia lima tahun ke depan berkomitmen menuntaskan pemberantasan tindak pidana korupsi di Tanah Air. Utamanya, membenahi Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Febri mengakui ada banyak kekurangan dalam pemberantasan korupsi. Salah satunya, kewenangan KPK dalam menindak praktik rasuah kepada pihak di luar penyelenggara negara.

‎"Sehingga perlu aturan yang kuat seperti revisi UU agar bisa disentuh secara hukum," kata Febri.‎

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPK juga berharap ke depannya, pemerintah benar-benar serius menjaga sumber daya alam (SDA) dari praktik-praktik korupsi. Selain kerugian pada keuangan negara, kata Febri, korupsi di sektor SDA jelas merusak kehidupan masyarakat.
 
"Kedua kita lihat potret korupsi di SDA, KPK secara serius dan konsisten bekerja (menuntaskan korupsi di sektor SDA)," pungkasnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif