Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Kominfo Pertimbangkan Nasib Buzzer di Masa Tenang

Pemilu pemilu serentak 2019
Ilham Pratama Putra • 25 Maret 2019 21:12
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) masih mempertimbangan sikap terhadap buzzer alias penggerak suara yang berkampanye politik di masa tenang. Pasalnya, Kominfo sudah secara tegas melarang iklan kampanye di media sosial (medsos) di masa tenang.
 
"Sampai saat ini tidak termasuk. Sampai saat ini akan konsultasi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), apakah itu melanggar peraturan KPU," kata Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan di Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
 
Pengiklan serta platform yang memasang iklan pada masa tenang bakal dilumpuhkan. Pada masa ini, hanya masyarakat yang dapat menyuarakan pilihannya di medsos karena mereka dilindungi hak kebebasan berpendapat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun,buzzer dinilai punya pengaruh besar dalam memengaruhi sikap publik. Samuel menerangkan politisi memang terindikasi membayar ke buzzer dalam berkampanye. Namun, pihaknya saat ini baru membahas tentang iklan yang dibayarkan pada platform medsos.
 
"Sampai sekarang hanya iklan yang kepada platform belum kepada Individual," ujar dia.
 
Dalam hal ini, Samuel bakal lebih berhati-hati. Pasalnya, dia juga tak ingin salah langkah untuk mematikan partisipasi perorangan dalam pemilu.
 
"Kita enggak mau disebut membatasi ruang demokrasi masyarakat untuk berpartisipasi. Kita perlu waktu untuk bahas hal itu lagi. Kita hanya bahas platform pemasangan iklan tadi. Mungkin minggu depan sudah dapat jawabannya," pungkas Samuel.
 
Sementara itu, saat ini, sudah ada 10 platform yang berkomitmen untuk tidak menayangkan iklan pada masa kampanye tenang. Mereka adalah Twitter, Telegram, BBM, Google, Line, Bigo Live, Live Me, Me Tube, Kwai Go, dan Facebook.
 
Di sisi lain, jadwal pelaksanaan pemilu sudah masuk pada masa kampanye terbuka yang dimulai sejak 13 Maret 2019 hingga 13 April 2019. Rentang waktu pada 14 hingga 16 April 2019 bakal menjadi masa tenang menjelang pencoblosan.
 
Baca: Masyarakat Diminta Laporkan Poltik Uang
 
Masa tenang diberikan dengan harapan masyarakat bisa memikirkan calon pilihannya lebih tenang tanpa banyak ganggungan. Dengan begitu, masyarakat sudah mantap dengan pilihannya.
 
Pencoblosan pemilu akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Pemilu kali ini pun terasa spesial karena menjadi momen pertama kalinya warga memilih secara serentak para wakilnya di Parlemen dan presiden dan wakil presiden untuk lima tahun ke depan.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif