Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANT/Renald Ghifari.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANT/Renald Ghifari.

Wiranto Minta Masyarakat Tak Khawatir

Pemilu pemilu serentak 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 16 Mei 2019 16:53
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan situasi pascapemilu. Pemerintah dan penegak hukum akan bekerja maksimal mengamankan situasi.
 
"Hal yang menyangkut keamanan, masyarakat tidak perlu takut dan khawatir," kata Wiranto di Grand Paragon Hotel, Jakarta Barat, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Wiranto menyebut TNI dan Polri bersatu mewujudkan keamanan bagi masyarakat. Menko Polhukam yakin penegak hukum dapat melindungi masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah juga bekerja maksimal mewujudkan keamanan bagi masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah telah bersinergi demi menjaga persatuan dan kesatuan.
 
Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu meminta seluruh pihak legawa menerima hasil pemilu. Ia pun meminta seluruh pihak menempuh jalur hukum jika menemukan dugaan kecurangan.
 
Baca: 30 Ribu Personel Jaga Pengumuman Hasil Pemilu
 
Sebanyak 30 ribu aparat gabungan TNI-Polri bakal mengamankan pengumuman Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Jakarta. Pengamanan bakal terfokus di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
 
"Sasaran utama pengamanan di KPU dan Bawaslu. Objek vital nasional juga jadi fokus pengamanan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Pengamanan di KPU menggunakan skema empat ring. Ring satu adalah pengamanan di dalam gedung KPU, ring kedua gedung sekitar KPU, ring tiga tempat parkir KPU, dan ring empat adalah jalan sekitar KPU.
 
Aparat keamanan juga akan melibatkan intelijen untuk memantau dinamika di lapangan. Dedi menyebut Polisi bakal memperhatikan setiap informasi yang beredar.
 
Direktorat Siber Bareskrim Polri juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Mereka berkolaborasi menggelar patroli di dunia maya memonitor akun-akun penyebar hoaks, provokatif, dan penyebar ujaran kebencian.

 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif