Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: MI/Arya Manggala
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Foto: MI/Arya Manggala

Hasto Pasang Badan untuk Jokowi-Ma'ruf

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
M Sholahadhin Azhar • 27 Desember 2018 17:33
Jakarta: Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerjs (TKN-KIK) Hasto Kristiyanto tak gentar atas pelaporan dirinya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ia dilaporkan karena pernyataannya soal 'mau milih yang difitnah atau pemfitnah'.
 
Ia mengaku siap pasang badan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. "Buat saya pribadi, lebih baik mereka menyerang saya daripada menyerang Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin," kata Sekjen PDI Perjuangan ini di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Menurutnya, laporan ini justru titik balik atau hijrah dari budaya politik selama ini yang cenderung memanfaatkan hoaks dan fitnah. Hasto mengaku akan blak-blakan jika dipanggil Bawaslu untuk menindaklanjuti laporan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini momentum hijrah dari segala bentuk hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian menjadi politik bermartabat, mengedepankan nilai, etika, dan budaya timur," kata dia.
 
Lebih lanjut Hasto menyebut ada pihak yang merasa putus asa sehingga melaporkannya ke Bawaslu. Sebab, ujarnya, segala bentuk fitnah, hoaks, dan isu negatif lainnya tak mempan terhadap petahana. Jokowi tetap bekerja melayani masyarakat.
 
Demikian pula dengan tudingan miring yang dialamatkan kepada Ma'ruf Amin. Hasto melihat alim ulama panutan itu selalu tersenyum dan membalas isu negatif dengan doa.
 
"Karena itulah, pertanyaan sederhana saya di balik gugatan tersebut, 'Mau bangsa ini baik? Pilihlah pemimpin dengan rekam jejak, kepribadian, dan program yang baik,'" imbuh Hasto.
 
Baca: 10 Hoaks Populer 2018 Versi Kemenkominfo
 
Ia juga berharap gugatan tim sukses calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto itu didasari niat baik. Karena, menurutnya, tujuan Pilpres 2019 adalah memilih pemimpin terbaik, bukan tukang memfitnah dan mengedepankan fanatisme yang membabi buta.
 
"Disertai niat baik untuk berpolitik dengan kebaikan dan bersama-sama bangun tekad untuk menerangi hoaks dan fitnah," kata dia.
 

 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif