Ketua DPD DKI Partai Gerindra Mohamad Taufik. Foto: Medcom.id/ Nur Azizah
Ketua DPD DKI Partai Gerindra Mohamad Taufik. Foto: Medcom.id/ Nur Azizah

M Taufik Bakal Ikut Aksi 22 Mei

Pemilu pemilu serentak 2019
Nur Azizah • 20 Mei 2019 16:43
Jakarta: Ketua DPD DKI Partai Gerindra Mohamad Taufik bakal ikut dalam aksi 22 Mei di depan halaman gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Demonstrasi digelar lantaran sekelompok orang menuding terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019.
 
"Insyaallah saya lihat dari dekat," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini mengaku Gerindra tak mengkoordinir warga untuk melakukan demo. Warga datang dengan sukarela.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Enggak (disuruh), mana ada? Ini rakyat yang mau. Kita enggak koordinir apa-apa. Rakyat sudah merasa tidak nyaman melihat pemilu yang curang ini," ungkap dia.
 
Taufik meminta pemerintah memfasilitasi aksi 22 Mei. Sebab, menyuarakan pendapat adalah hak demokrasi dan sudah dijamin negara.
 
"Ini kan hak rakyat, boleh saja rakyat mau ikut mendengar kan boleh. Saya kira sulit kalau rakyat dilarang," ujar dia.
 
(Baca juga:22 Mei Sejarah Bangsa yang Harus Dijaga)
 
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, meminta warga tidak ikut dalam rencana unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karding menilai tindakan melegitimasi penyelenggara pemilu tak perlu dilakukan.
 
"Kami enggak terlalu pusing apakah ini besar atau kecil, kami TKN hanya menginginkan masyarakat dengan motif apa pun tidak perlu turun demonstrasi," kata Karding saat dihubungi, Senin, 20 Mei 2019.
 
TKN tak ingin terlibat gelombang penolakan hasil pemilu. TKN fokus merajut persaudaraan dan persatuan bangsa karena masyarakat terbelah selama Pemilu Serentak 2019.
 
"Kami juga mendorong elite yang selama ini memprovokasi melakukan komunikasi politik, agar rasa nyaman di masyarakat terjaga," ujar dia.
 
Karding mendorong penegak hukum turun tangan menindak indikasi makar. Pihaknya tak ingin ikut campur. Semua kasus diserahkan kepada penegak hukum.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif