Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

NasDem Berpeluang Dapat Kursi dari Suara di Kuala Lumpur

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Siti Yona Hukmana • 18 Mei 2019 04:00
Jakarta: Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur telah meyelesaikan penghitungan suara untuk pemungutan suara ulang (PSU) via pos pada Jumat, 17 Mei 2019 yang bertempat di Putra World Trade Centre (PWTC). Dari proses penghitungan, Partai NasDem berpeluang mendapatkan satu kursi untuk Dapil II Jakarta-Luar Negeri.
 
“NasDem bersyukur karena berpeluang mendapatkan satu kursi, dan kita akan mengawal terus proses rekab yang akan dilaksanakan besok (Sabtu, 18 Mei 2019). Dalam PSU ini NasDem sangat fokus untuk mendapatkan satu kursi,” Kata Ketua Perwakilan NasDem di Malaysia, Tengku Adnan melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Terkait tuduhan dan dugaan adanya penggelembungan suara, Tengku Adnan memastikan itu hanya disampaikan oleh orang yang tidak memahami data proses pemungutan suara di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur. Penggelembungan suara diyakininya mustahil, sebab surat suara yang dikirim oleh PPLN lebih dari 257 ribu, sementara yang kembali 82 ribu dan yang terhitung hanya sampai 62 ribu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jika kita mau cermat melihatnya hal ini malah yang terjadi adalah penyusutan, karena menurunnya partisipasi public,” ujar Tengku Adnan.
 
Proses penghitungan suara hari ini ditutup pada pukul 12.00 WIB. PPLN Kuala Lumpur berhasil menghitung sebanyak 60 ribu suara dan masih menyisakan sekitar 17 ribu suara. Tengku Adnan menyebut, proses penghitungan suara selama 24 jam lebih berjalan sangat kondusif. Bahkan, kata dia, sangat terasa nuansa kekeluargaan bagi warga negara Indonesia yang berada di Kuala Lumpur.
 
Sebelumnya, sejumlah caleg DPR dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta II mempersoalkan pemungutan suara ulang (PSU) di Malaysia. Caleg dari PDIP Perjuangan, Masinton Pasaribu; Partai Golkar Christina Aryani; dan PPP Dato Muhammad Zainul Arifin bahkan datang ke Malaysia lantaran pelaksanaan PSU terindikasi curang.
 
Baca:Rajin Sosialisasi, Caleg NasDem Raup Suara Tinggi
 
Menurut Masinton, PSU yang dilakukan via pos itu diduga curang lantaran tidak menjangkau seluruh pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sejumlah DPT mengaku tak menerima surat suara untuk PSU.
 
Menurut dia, ada sekitar 257.000 surat suara untuk PSU yang telah dikirim secara bertahap dengan tiga kali pengiriman ke berbagai wilayah kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur. Namun saat dilakukan pengecekan, ditemukan perbedaan amplop surat suara PSU via pos yang diterima pemilih.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif