Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono/Medcom.id/Fachri Audia Hafiez.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono/Medcom.id/Fachri Audia Hafiez.

Pernyataan Arief Poyuono Dianggap tak Mendidik

Pemilu pilpres 2019
Damar Iradat • 16 Mei 2019 19:33
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai, pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono tidak memberikan pendidikan politik yang baik untuk warga negara.
 
Poyuono sebelumnya menyataka, jika pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah dalam Pilpres 2019, para pemilih Prabowo-Sandi tidak perlu membayar pajak. Menanggapi pernyataan tersebut Moeldoko mengingatkan agar tokoh seperti Poyuono seharusnya tidak mengajarkan hal yang tidak baik pada warga.
 
"Itu pendidikan yang enggak baik. Warga negara itu kan punya hak dan kewajiban. Jangan menganjurkan (yang tidak benar)," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Moeldoko, Poyuono selaku publik figur bisa memberikan contoh dan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat. Apalagi, menurut dia, pascapemilu, seharusnya yang dipikirkan bukan lagi antarkubu. Namun, lebih kepada pembangunan negara ke depannya.
 
"Karena setelah terpilih presiden, presiden enggak ada lagi berpikir 01, 02, semua warga negara Indonesia. Enggak ada lagi warga negara yang lain," ujar dia.
 
Menurut Moeldoko, masyarakat harusnya diajak memahami hak dan kewajibannya. "Kita ajak masyarakat Indonesia justru harus memahami hak dan kewajibannya, jangan malah mengarahkan begitu," tutur Moeldoko.
 
Di sisi lain, Moeldoko juga meyakini jika pernyataan Poyuono tersebut bukan atas instruksi Prabowo. Pasalnya, menurut mantan Panglima TNI itu, Prabowo selaku mantan Komandan Kopassus memiliki jiwa kesatria.
 
"Kalau saya melihat Pak Prabowo itu seorang yang patriotik ya. Seorang yang kesatria, perlu digaris bawahi, sama lah, kita sama sama tentara harus ksatria muncul. Saya yakin Pak Prabowo memiliki itu. Hanya jangan yang di bawahnya itu malah melakukan hal-hal yang keluar dari pemikiran bosnya," tandas Moeldoko.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif