Capres Prabowo Subianto bersama Cawapres Sandiaga Uno. Foto: MI/Pius Erlangga.
Capres Prabowo Subianto bersama Cawapres Sandiaga Uno. Foto: MI/Pius Erlangga.

Sandiaga Siap Hadapi `Serangan` Isu HAM

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 28 Desember 2018 09:37
Jakarta: Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno siap menghadapi isu Hak Asasi Manusia (HAM) yang kerap dijadikan alat untuk menyerang calon presiden Prabowo Subianto. Sandiaga akan menerangkan semuanya saat debat Pilpres 2019 yang digelar perdana pada 17 Januari.
 
"Silakan (bahas), kita bahas seterang benderangnya," kata Sandiaga saat ditemui di Gelanggang Olahraga (GOR) di Jakarta Selatan, Jumat, 28 Desember 2018.
 
Dia mengaku sudah siap menjawab semua tuduhan terkait kasus HAM. Bahkan ia mengatakan sudah lima presiden yang menjabat, namun tidak ada satupun yang bisa membuktikan pelanggaran HAM oleh Prabowo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sudah lima kali presiden diberi kesempatan menuntaskan kasus itu (HAM) dan terbukti tidak ada,” beber Sandiaga.
 
Artinya, kata Sandiaga, tema HAM tidak akan menjadi masalah utama. Ia juga mengaku tidak menyiapkan jawaban khusus saat debat perdana nanti.
 
Baca: Unsur Propaganda Ditemukan di Pidato Prabowo
 
Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah memutuskan lima tema debat pada Pilpres 2019. Keputusan itu disepakati oleh KPU bersama tim kampanye masing-masing pasangan calon.
 
Debat pertama yang digelar 17 Januari 2019 rencananya akan mengangkat tema Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), korupsi, dan terorisme. Debat berikutnya akan mengangkat isu ekonomi, energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur.
 
Debat sesi ketiga mengangkat isu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan kebudayaan. Tema debat keempat yakni ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, dan hubungan Internasional. Sedangkan debat terakhir akan mengangkat isu ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi