Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. ANT/Widodo Jusuf.
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. ANT/Widodo Jusuf.

Politik Propaganda Harus Dihentikan

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Dian Ihsan Siregar • 16 Desember 2018 06:24
Jakarta: Romo Benny Susetyo berharap dua pasangan calon yang sedang bertarung di Pilpres 2019 mengurangi politik propaganda. Dengan begitu, kegaduhan di ruang publik maupun sosial media (sosmed) bisa berakhir.
 
Jika tak bisa dikurangi maupun diredam, kata Romo Benny, Indonesia tidak akan pernah menjadi negara besar. Menurutnya, kedudukan Indonesia saat ini masih di bawah Laos dan Vietnam.
 
"Jadi bangsa ini habis mempersoalkan masalah yang remeh temeh, tidak mempersoalkan bangsa ini, membangun politik keadaban, bukan politik kehancuran," kata Romo Benny di Studio Grand Metro TV, Jakarta, Sabtu, 15 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Romo Benny menilai politik negatif akan berdampak buruk pada masyarakat luas. Oleh karena itu, dia meminta agar kedua pihak sama-sama menjalankan politik yang bermanfaat untuk orang banyak.
 
Pertarungan yang baik, kata dia, seperti adu gagasan dan program. Hal ini tentu akan meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap Pilpres 2019.
 
"Jadi harus stop politik kebohongan, adu kemampuan, program dan rekam jejak yang harus dijual," ucap dia.
 
"Jadi rakyat harus paham pada saat memilih calon presiden maupun calon wakil presiden, agar negara kita ini menjadi lebih baik dan lebih baik," pungkasnya.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif