Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan
Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi. Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan

4 Tantangan Mahkamah Konstitusi di Tahun Politik

Pemilu mahkamah konstitusi pemilu serentak 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Januari 2019 15:48
Jakarta: Ketua Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Veri Junaidi mengatakan, ada empat tantangan Mahkamah Konstitusi pada tahun 2019. Terlebih, tahun ini juga Indonesia akan menggelar pemilu presiden dan legislatif secara serentak.
 
Tantangan pertama soal kepatuhan terhadap putusan MK. Salah satunya terkait pengujian undang-undang dan putusan terkait sengketa pemilu.
 
“Ada banyak faktor yang mempengaruhi orang akan patuh atau tidak. Yang penting disini soal trust kepada mahkakamah konstitusi,” ujarnya dalam diskusi 'Catatan Awal Tahun 2019: Sebuah Catatan Atas Arah Konstitusional Visi Misi Hukum Calon Presiden' di Jakarta, 6, Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kepercayaan tersebut, kata Veri apapun keputusan MK harus bisa diterima. Seperti 2014 lalu, meski perdebatan cukup keras dalam proses penyelesain sengketa hasil pemilihan presiden, namun, ketika sudah diputuskan MK masalah selesai.
 
“Kami berharap begitu, 2019 apapun perdebatan nanti. Tapi ketika ada putusan Mahkamah Konstitusi kami berharap itu sebagai putusan akhir. Dan menyelesaikan perdebatan dan persoalan yang muncul di dalam proses politik kita yang hari ini sangat keras dan panas,” ujarnya
 
Ia juga menambahkan, berdasarkan pada tahun 2018 ada sejumlah putusan MK yang tidak dipatuhi. Khususnya dalan pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar.
 
“Kalau tahun 2018 lalu terkait dengan putusan DPD. Syarat calon anggota DPD yang bukan pengurus partai politik. Sudah diputus MK, dan mestinya berlaku di pemilu sekarang, tapi Mahkamah Agung mempunyai prinsip yang berbeda,” tambahnya.
 
Kedua pergantian dua Hakim Mahkamah Konstitusi Aswanto dan Wahidudin Adams yang masa jabatannya berakhir pada 21 Maret 2019. Mereka berdua dipilih melalui jalur DPR.
 
Menurut Veri, terkait hal itu, tantangannya ada dua. Pertama soal ritme kerja hakim MK.
 
"Kalau ini berakhir dibulan maret kemungkinan seleksi selesai pada bulan April. Hakim pergantian baru, maka ritme kerja akan menjadi catatan yang diperhatikan MK,” ungkapnya.
 
Selanjutnya, terkait independensi yang dipilih, karena dipilihnya di DPR. Menurut dia, bukan tidak mungkin ada tarik menarik di DPR terkait pencalonan hakim konstitusi, dalam tanda petik menempatkan orangnya di MK
 
“Itu yang kami ingin hindari, dan tidak berharap itu terjadi. Kami berharap siapapun yang terpilih adakah orang-orang terbaik. Memang independen,” pintanya.
 
Sehingga ketika memutus hasik pemilu, nanti bisa sangat fair dan tidak berpihak untuk menguntungkan salah satu kandidat.
 
Tantangan ketiga yakni MK harus bisa mempertahankan kinerja soal pengujian undang-undang. Menurutnya, tren penundaan perkara pada tahun 2018 menurun dan seharusnya pada 2019 putusan pengujian undang-undang lebih cepat.
 
“Tantanganya MK, bisa atau tidak mempertahankan itu, atau paling tidak lebih baik itu,” tegas dia.
 
Baca:MK Tak Bisa Bubar Tanpa Amandemen UUD
 
Tantangan terakhir soal sengketa hasil pemilu. Soal kepercayaan peserta pemilu terhadap MK dalam menyelesaikan pemutusan sengketa pemilu.
 
“Ada dua hal, selain kepeecayaan. Peningkatan perkara sengketa hasil pemilu. Dengan dua indikator pemilu 2009, 2014 perkara naik. Kedua sistem pemilunya 2009 proporsional terbuka waktunya singkat, 2014 relatif lebih lama,” jelasnya.
 
Akibat dari sistem proporsional terbuka menimbulkan konflik internal semakin tinggi. Potensi sengketa antar caleg juga tinggi.
 
“Untuk itu sangat mungkin di 2019 semakin tinggi pula, sengketannya. Ditambah pemilu serentak. Apalagi sekarang semua sedang terfokus pemilihan presiden, sedangkan pemilihan calegnya kurang.Ini Pemilihan Presidennya kencang, pilegnya tidak itu akan menimbulkan perdebatan antar caleg semakin tinggi,” tutupnya.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif