Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit (memegang mic) - Medcom.id/Cicilia Sinabariba
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit (memegang mic) - Medcom.id/Cicilia Sinabariba

Hoaks Surat Suara Tercoblos Bikin Pemilih Kabur

Pemilu pilpres 2019 hoax
05 Januari 2019 10:24
Jakarta: Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai hoaks surat suara tercoblos dapat menjadi salah satu strategi untuk menimbulkan kesan kurang baik bagi pemerintah. Khususnya dalam perhelatan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden April 2019.
 
"Bisa jadi memang, Andi Arief (Wasekjen Partai Demokrat) punya strategi menggunakan sistem hoaks untuk membuat kesan yang kurang baik bagi pemerintah, bisa jadi begitu," kata Arbi di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Meski demikian, kata dia, seharusnya kejadian ini dapat menjadi titik untuk mempertanyakan kembali kredibilitas KPU. Kalau tidak bisa dibuktikan, bukan tidak mungkin ada masalah nanti.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ya itu persoalannya nanti pemilihnya bisa kabur, atau pemilih tidak disertai trust, golput tinggi, atau pemilih ini selalu melawan," tutur Arbi.
 
(Baca juga:Hoaks Surat Suara Tercoblos Perlu Cepat Diungkap)
 
Sebelumnya, beredar kabar ada tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara yang telah dicoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui tulisan pesan berantai.
 
Kabar itu semakin ramai setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief ikut mencuitkan kabar tersebut melalui akun Twitter pribadinya. Dia meminta pihak terkait memastikan kabar ini.
 
"Mohon dicek kabarnya ada tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," kicau Andi.
 
Informasi itu dicuitkan Andi sekira pukul 20.05 WIB, Rabu, 2 Januari 2018. Namun, beberapa saat kemudian, Andi menghapus tulisan tersebut.
 
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu sudah memastikan kabar itu bohong setelah mengecek langsung ke lapangan. KPU dan Bawaslu pun melaporkan kasus informasi bohong ini ke polisi. (Cicilia Sinabariba)
 
(Baca juga:Hoaks Surat Suara Tercoblos Memicu Sikap Apatis)

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif