Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id
Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id

TKN Sebut Komunikasi Jokowi dengan SBY-AHY Baik

Pemilu pilpres 2019
27 April 2019 13:47
Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut wacana bergabungnya Partai Demokrat ke dalam koalisi Indonesia Kerja sebagai hal yang wajar. Komunikasi Jokowi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun cukup baik.
 
Namun, Karding tak mau berbicara lebih jauh soal kemungkinan berlabuhnya partai belambang Mercy itu ke kubu Jokowi-Ma'ruf. Apalagi, KPU belum secara resmi mengumumkan pemenang Pilpres 2019, dan Demokrat masih bagian dari koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
"Kami kira masih terlalu dini membicarakan bergabungnya Koalisi Pendukung 02 ke 01 mengingat Presiden Jokowi belum dilantik kembali sebagai Presiden," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu, 27 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karding pun meminta para elite politik tetap memberikan kesejukan di tengah menghangatnya suasana perpolitikan Tanah Air. Jokowi, lanjut dia, bahkan menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang dilakukan elite politik pasca Pemilu 2019.
 
"Kami dari TKN juga mengajak kepada seluruh elite partai untuk menciptakan suasana sejuk dengan mengedepankan persatuan bangsa dan tidak menciptakan narasi provokatif di masyarakat," ujar Karding.
 
Pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.
 
Berdasarkan hitung cepat, pasangan Jokowi-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pilpres 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih sekitar 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo-Sandi 45 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Ketua KPU Arief Budiman menegaskan hasil hitung cepat hanya bisa dijadikan sebuah referensi. KPU akan mengumumkan resmi hasil perhitungan suara yang sah pada 22 Mei 2019.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif