43 Ribu Disabilitas Mental Masuk DPT
Komisioner KPU Viryan Azis. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat 43 ribu penyandang disabilitas mental dalam daftar pemilih tetap (DPT). Mereka bisa menggunakan hak suara pada Pemilu 2019. 

"Dalam daftar pemilih tetap hasil perbaikan tahap pertama (DPTHP), tercatat ada 43.769 pemilih dengan kategori disabilitas mental," kata Komisioner KPU Viryan Azis ketika dihubungi, Selasa, 4 Desember 2018. 


Namun, jumlah itu masih bisa bertambah lantaran hingga kini KPU masih terus meyempurnakan DPTHP tahap II. DPTHP tahap II baru akan ditetapkan pada 15 Desember. 

Jumlah pemilih disabilitas mental ini bertambah dari Pilkada 2018. Pada Pilkada 2018 tercatat 36.098 pemilih disabilitas mental.

Secara umum, dalam DPTHP tahap I, KPU mencatat sebanyak 375.195 pemilih masuk kategori pemilih disabilitas. Jumlah itu terdiri atas tuna daksa 111.665, tuna netra 60.102, tuna rungu
66.099, tuna grahita (disabilitas mental) 43.769, dan disabilitas lainnya 93.569. 

(Baca juga: Penyandang Disabilitas Mental tak Perlu Surat Dokter)

Sebelumnya, KPU mengatakan penyandang disabilitas mental tak perlu surat keterangan dokter untuk bisa memilih. 

"Secara administrasi, selama tidak ada surat keterangan dokter, (pemilih disabilitas mental) boleh memilih," kata Komsioner KPU, Viryan Azis di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

Viryan mengatakan pihaknya bakal mendata semua penyandang disabilitas mental yang memang memiliki hak pilih. Kecuali jika ada surat keterangan dari dokter bahwa yang bersangkutan dinyatakan tidak sanggup memilih. 





(REN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id