Ketua divisi advokasi Demokrat Ferdinand Hutahaean. MI/Bary Fathahilah.
Ketua divisi advokasi Demokrat Ferdinand Hutahaean. MI/Bary Fathahilah.

Demokrat Tinggalkan Koalisi Jika Prabowo Kalah

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 06 Mei 2019 20:21
Jakarta: Partai Demokrat kembali memberi sinyal bakal hengkang dari koalisi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ketua Divisi Advokasi Demokrat, Ferdinand Hutahean menyebut kerja sama dengan koalisi Prabowo-Sandi berakhir jika Joko Widodo kembali terpilih sebagai presiden.
 
"Kalau Pak Prabowo menang, Partai Demokrat punya kewajiban moril dalam politik mengawal pemerintahan. Tapi kalau Pak Jokowi yang diputuskan menang, maka kerja sama koalisi berakhir," kata Ferdinand di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.
 
Ferdinand mengatakan setelah pilpres berakhir, Partai Demokrat memiliki kedaulatan penuh untuk memilih apakah akan berdiri di koalisi pemerintahan atau tetap berada di gerbong oposisi. Dia juga menegaskan partai berlambang Merci itu terbuka dengan semua opsi termasuk opsi bergabung dengan koalisi pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, Ferdinand mengatakan bergabung tidaknya Partai Demokrat ke dalam koalisi pendukung petahana sangat bergantung kepada sikap Presiden Jokowi.
 
"Kalau Pak Jokowi mengajak (bergabung ke koalisi pemirintah) kita pertimbangkan, dan dibahas oleh Majelis Tinggi yang dipimpin Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, Ketum Demokrat), kalau tidak mengajak tidak mungkin juga kita masuk dalam pemerintahan," ujar dia.
 
Ferdinand meminta semua pihak bersabar. Demokrat baru akan menentukan sikap setelah pengumaman hasil pemilu resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei mendatang.
 
Politikus Demokrat Andi Arief pun menyinggung situasi koalisi di kubu calon nomor urut 02. Kali ini, Andi menyebut 'banyak setan gundul' di dalam koalisi Prabowo-Sandi.
 
Andi mulanya mengatakan dalam koalisi Adil dan Makmur hanya ada Partai Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, dan Berkarya. Namun, dalam perjalanannya muncul elemen yang dinamai Andi sebagai 'setan gundul' di dalam koalisi.
 
Andi tidak menyebut jelas pihak yang dimaksud 'setan gundul' dalam koalisi Prabowo-Sandi. Yang jelas, kata Andi, kelompok ini telah menyesatkan Prabowo dengan menyebut telah menang 62 persen di Pilpres 2019.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif