Ilustrasi--Warga binaan memasukkan surat suara ke dalam kotak suara saat simulasi Pemilihan Umum di Lapas Kelas IIA Wirogunan, Yogyakarta. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
Ilustrasi--Warga binaan memasukkan surat suara ke dalam kotak suara saat simulasi Pemilihan Umum di Lapas Kelas IIA Wirogunan, Yogyakarta. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

JK Menyarankan Waktu Memilih Ditambah

Pemilu jusuf kalla pemilu serentak 2019
Achmad Zulfikar Fazli • 15 April 2019 13:49
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ingin ada tambahan waktu bagi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. Pasalnya, jumlah surat suara yang akan dicoblos lebih banyak ketimbang pemilu sebelumnya.
 
"Jadi tambah waktu. Ya, harus fleksibel," ujar JK usai menghadiri Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Senin, 15 April 2019.
 
Penambahan waktu ini, jelas dia, dapat mencegah timbul masalah seperti pelaksanaan pencoblosan di luar negeri beberapa waktu lalu. Antusiasme warga negara Indonesia di luar negeri yang ingin nyoblos meningkat ketimbang pemilu sebelumnya. Namun, waktu yang diberikan singkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Akibatnya, kata dia, banyak pemilih yang tidak bisa mencoblos karena waktunya sudah habis seperti di Sydney, Australia. Sebab, lanjut dia, setidaknya butuh waktu 12-15 menit untuk satu orang menggunakan hak pilihnya.
 
"Itu masih bagus di luar negeri, cuma empat. Di kita lima, kertasnya kayak apa," ucap dia.
 
Baca juga:Partisipasi Pemilih di Belanda Pecahkan Rekor
 
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin pun menyesalkan ada WNI yang tak bisa mencoblos di Sydney, Australia, karena hal administrasi. Padahal, mereka sudah berbondong-bondong datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.
 
"Kalau kita sekarang melihat video yang beredar mengenai pemungutan suara di luar negeri, ada kejadian pemilih tidak mendapatkan hak pilihnya. Berbagai persyaratan administratif itu bisa jadi alasan untuk menghalang-halangi WNI yang punya hak pilih untuk memberikan hak suara," ujar Wakil Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Juri Ardiantoro di Posko Cemara, Jakarta, Minggu, 14 April 2019.
 
Menurut dia, seluruh pemilih yang sudah datang, mendaftarkan diri, dan terdaftar harus diakomodasi hak suaranya. Apalagi, mereka sudah mengantre cukup lama. Itu harus dijamin hak pilihnya meski waktu yang ada sudah selesai atau TPS akan ditutup.
 
Seperti di Indonesia, TPS seharusnya ditutup pukul 13.00 WIB. Namun, bila pada waktu tersebut masih ada orang yang antre, berapa pun jumlahnya harus diberikan kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya.
 
Sebelumnya, ratusan WNI di Sydney tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019, saat pemungutan suara luar negeri dilakukan pada Sabtu, 13 April 2019. Alasannya, waktu pemilihan sudah selesai dan TPS ditutup.
 
Hingga pukul 16.00 WIB atau 19.00 waktu Sydney, WNI masih berharap bisa memilih. Mereka beramai-ramai menyanyikan Indonesia Raya.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif