Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Medcom.id/Juven
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Medcom.id/Juven

Kemendagri Ingin Sistem E-Voting dan E-rekap di Pemilu 2024

Pemilu pilpres
Cindy • 06 Agustus 2019 09:55
Sumedang: Kementerian Dalam Negeri mendorong ide sistem e-voting dan e-rekap pemilu di pilpres mendatang. Sistem tersebut akan disegerakan.
 
"Sistem e-voting kami akan minta ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bisa diadakan," ucap Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin, 5 Agustus 2019.
 
Menurutnya, sistem e-voting dan e-rekap dapat berjalan. Hanya saja memerlukan payung hukum yang tetap untuk mengatur sistem berbasis elektronik itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya kira diperkuat saja di dalam Undang-Undang. India bisa kok dengan jumlah penduduk yang banyak, hampir semua negara bisa," kata Tjahjo.
 
Tjahjo menambahkan sistem e-voting dan e-rekap sangat efisien. Tinggal menunggu penerapan dan keinginan politik negara.
 
"Tinggal political will kita bagaimana. Respon DPR bagus. Saya kira setuju. Tinggal bagaimana Penyelenggaranya kan ada di KPU," tutur politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
 
Dia juga mengusulkan untuk menghilangkan sistem noken di Papua. Pasalnya, sistem pemilihan suara dari kepala suku tersebut rentan disalahgunakan.
 
Tjahjo juga ingin KPU memerhatikan pemilihan petugas KPPS. "Termasuk rekruitmen petugas kpps juga lebih faktor kesehatan dan ada asuransinya. anak muda, mahasiswa KKN atau pers, elemen demokrasi dilibatkan," imbuhnya
 

(NUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif