Kapolri Jenderal Tito Karnavian - Medcom.id/Ilham Wibowo.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Kapolri Minta Tak Ada Demo Saat Penetapan Hasil Pilpres

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Cindy • 28 Juni 2019 16:44
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan pengamanan jelang penetapan hasil Pemilihan Presiden 2019 tak kendor. Dia meminta tak ada aksi demo saat penetapan.
 
Tito menegaskan aksi mudah disusupi pihak ketiga pelaku kerusuhan. "Mobilisasi rawan pihak ketiga yang dompleng. Massa yang datang baik-baik, tiba-tiba ada pihak perusuh. Tiba-tiba datang menyerang. Pelaku yang ingin buat kekacauan," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Juni 2019.
 
Dia menegaskan aksi rusuh seperti 21-22 Mei 2019 bakal ditindak tegas. Dia meminta masyarakat menolak aksi ricuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sepanjang bertentangan dengan konstitusi, kita anggap aksi ilegal melanggar hukum dan pasti kita akan lakukan tindakan tegas. Jadi saya kira kita harus buat gerakan moral seluruh bangsa Indonesia untuk menolak segala bentuk kerusuhan," tutur dia.
 
(Baca juga:KPU Tetapkan Capres-Cawapres Terpilih 30 Juni)
 
Tito berharap masyarakat menyaksikan penetapan hasil Pilpres 2019 dari televisi. Ini untuk mencegah adanya mobilisasi rawan pihak ketiga.
 
"KPU saya yakin juga akan dicover media massa. Kita cukup menyaksikan dari rumah masing-masing, gadget masing-masing, online live streaming," pungkas Tito.
 
Adapun sebanyak 45 ribu personel TNI-Polri bakal diterjunkan untuk melakukan pengamanan hingga penetapan hasil pilpres. Mereka bakal ditempatkan di sejumlah titik.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif