Perludem menggelar diskusi soal evaluasi debat perdana Pilpres 2019/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Perludem menggelar diskusi soal evaluasi debat perdana Pilpres 2019/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

Format Debat KPU Dinilai Tak Sesuai UU

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 20 Januari 2019 14:57
Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) melanggar UU Pemilu jika tetap menggunakan format debat saat ini. Komposisi lima kali debat perlu dikoreksi.
 
Pasal 277 Ayat (1) UU Pemilu menjelaskan debat pasangan calon dilaksanakan lima kali. Dalam bab penjelasan, lima kali debat terdiri dari tiga kali debat calon presiden, dan dua kali debat calon wakil presiden. Sementara dalam pengumuman resmi, KPU menyebut lima kali debat meliputi dua kali debat paslon, dua kali debat capres, dan satu kali debat cawapres.
 
"Skema ini bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 (Pemilu)," tegas peneliti Perludem Fadli Ramadhanil dalam diskusi 'Evaluasi Debat Pilpres 2019' di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 20 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Ma'ruf Amin Siap Debat Tanpa Kisi-kisi
 
Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjelaskan dalam UU tidak diatur setiap debat dihadiri capres atau cawapres saja. Sementara capres-cawapres merupakan satu paket.
 
KPU mengizinkan cawapres tetap mendampingi di saat debat dengan format antarcapres. Dengan catatan, hak bicara cawapres dibatasi. Begitupun sebaliknya.
 
"Kalau datang ya silakan tapi hak bicaranya yang mungkin akan kita sesuaikan berdasarkan UU," jelas dia.
 
Baca: Kisi-kisi Pertanyaan Debat Tak Diberikan Lagi
 
KPU mengapresiasi masukan Perludem. KPU bakal memastikan penyelenggaraan pemilu, termasuk debat, sesuai aturan perundang-undangan.
 
"Kami tentu saja dalam menyusun kegiatan mendasari kepada UU tentang pmeilu sehingga kami terima kasih masukan dari Perludem tetapi kami pastikan berpedoman pada UU," tegas dia.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi