Gubernur Lemhannas Letjen TNI Agus Widjojo - Medcom.id/Dheri Agriesta.
Gubernur Lemhannas Letjen TNI Agus Widjojo - Medcom.id/Dheri Agriesta.

Lemhanas Ingatkan Hoaks Meningkat Jelang Pemilu

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019 hoax
Cindy • 20 Maret 2019 15:58
Jakarta: Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) prihatin dengan perkembangan politik jelang Pemilu 2019. Pasalnya, suhu politik semakin meningkat akibat fenomena penyebaran berita bohong dan relawan partisan.
 
"Ada fenomena yang menjadikan saat ini berbeda dari pemilu-pemilu yang lalu. Ada gejala dan fenomena yang semakin mengerucut dan menajam," kata Gubernur Lemhannas Letjen TNI Agus Widjojo di Gedung Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Maret 2019.
 
Dia menyebut perkembangan teknologi informasi memicu penyebaran berita bohong. Tujuannya untuk kepentingan politik satu pasangan calon (paslon).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berita bohong tersebut disebarluaskan dan diteruskan. Banyak yang meneruskan menjadi penumpang-penumpang gelap. Tidak lagi mencari itikad baik untuk mencari kebenaran tapi untuk tujuan pribadi," ucap dia.
 
(Baca juga:Wiranto Sebut Tantangan Pemilu 2019 Adalah Hoaks)
 
Munculnya fenomena relawan partisan juga dapat menjurus pada polarisasi masyarakat. Sebab, relawan partisan memiliki tujuan yang ingin mereka capai.
 
"Kata relawan menjadi semu karena tidak didasarkan kepada rasa kesukarelaan, karena ada tujuan di balik itu. Sebab dalam kenyataannya terkadang (relawan) lebih galak dari anggota partai politik," terang Agus.
 
Di negara lain, kata dia, relawan secara sukarela memenangkan paslon. Mereka bakal kembali menjadi warga negara biasa setelah pilpres usai. Berbeda di Indonesia, gejala relawan partisan akan tetap setelah pilpres usai.
 
"Karena adanya fanatisme dan emosi yang dikerahkan untuk mendukung salah satu paslon. Bahwa setelah pemilu berpotensi untuk bersifat tetap," jelasnya.
 
Dia berharap adanya kekuatan tengah yang mampu mencegah perpecahan dan polarisasi di masyarakat. Salah satunya yakni peran media sangat penting dan strategis dalam menciptakan demokrasi berkualitas.
 
(Baca juga:Polri Ajak Milenial Perangi Hoaks)

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif