Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Hasto Kristiyanto. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Bergabungnya Gus Irfan ke Kubu Prabowo Direspons Positif TKN-KIK

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
M Sholahadhin Azhar • 05 November 2018 04:29
Jakarta: Merapatnya cucu Hasyim Asy'ari, Irfan Yusuf Hakim (Gus Irfan) ke kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, direspons positif. Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Hasto Kristiyanto berharap Gus Irfan bisa menjaga kubu Prabowo-Sandiaga dari hoaks.
 
"Tidak lagi kemudian ada kasus Ratna Sarumpaet," kata Hasto di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 4 November 2018.
 
Menurutnya, Gus Irfan akan membawa pemikiran moderat dalam kampanye Prabowo-Sandiaga. Dengan demikian, kontestasi politik akan sesuai dengan muruahnya. Adu gagasan, konsep, serta visi akan dikedepankan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mungkin ada yang berharap dengan masuknya beliau itu kemudian suasana lebih kondusif, tidak lagi ada hoaks," kata Hasto.
 
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu enggan merespons soal motivasi bergabungnya Gus Irfan. Ia menyebut hal itu menjadi urusan pribadi cucu pendiri NU tersebut. Apalagi, Indonesia menganut pemilihan umum yang bebas rahasia.
 
"Sehingga setiap orang bebas menyampaikan dukungannya," pungkas Hasto.
 
Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menyebut berpihaknya Gus Irfan tak banyak memengaruhi suara. Pasalnya, secara umum keturunan Kiai Hasyim Asy'ari lebih banyak di pihak Jokowi.
 
Misalnya, Yenny Wahid, Irfan Asyari Sudirman atau Gus Ipang, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. "Itu semua adalah bagian dari keluarga besar NU, yang memiliki pengaruh-pengaruh yang kuat dan teruji di masyarakat," ucap Karding.
 
Karding meyakini Nahdliyin akan mempertimbangkan pula sisi ketokohan dalam memilih pemimpinnya. Lagipula, kata Karding, NU secara institusional juga mendorong Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi.

 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif