Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN ) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga - Medcom.id/Arga Sumantri.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN ) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga - Medcom.id/Arga Sumantri.

Loyalis Paslon Pilpres Diajak Setop Hoaks

Pemilu pilpres 2019 hoax
Arga sumantri • 09 Januari 2019 12:31
Jakarta: Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN ) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, meminta pendukung pasangan calon Pilpres 2019 berhenti membuat kabar bohong alias hoaks. Arya mengajak para pendukung kedua paslon menggunakan cara yang santun menghadapi Pilpres.

"Kami berharap semua, pendukung berhentilah hoaks-hoaks ini," kata Arya saat dihubungi, Rabu, 9 Januari 2019.

Pernyataan ini merespons terkuaknya pembuat dan penyebar konten hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok. Tersangka kreator hoaks tersebut adalah BPP, yang diduga sebagai pendukung Prabowo Subianto. Ia diketahui sebagai Ketua Umum Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Presiden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Ini akhirnya terbukti ya bahwa siapa yang pertama kali membuat bahan hoaks, ‎dan itu pertama kali dari pendukung 02 (Prabowo-Sandi)," ucap Arya.  (Baca juga: Tindakan Tersangka Hoaks Surat Suara Terencana)

Arya meyakini ada upaya mendelegitimasi penyelenggara Pemilu. Ia juga menduga ada pihak-pihak yang ingin melakukan framing kalau Komisi Pemilihan Umum (KPU) berpihak pada kubu petahana. 

"Penangkapan ini membuktikan ini disetting oleh orang-orang ini. Supaya terjadi delegitimasi terhadap KPU dan juga menyudutkan 01 (Jokowi-Ma'ruf)," ucap politikus Perindo itu. 

Polisi telah menangkap BPP, kreator sekaligus orang yang pertama kali menyebarkan konten hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos. Ia merupakan tersangka keempat kasus ini.

Kubu Prabowo-Sandi ogah dikaitkan dengan tersangka hoaks. Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menyatakan BPP tak ada di struktur tim pemenangan. Organisasi relawan milik BPP juga tidak terdaftar. 

"Saya sudah cek ke direktorat relawan Prabowo-Sandi, tidak ada yang namanya Bagus. (Kornas) tidak terdaftar dalam inventori relawan. Kami enggak tahu siapa beliau," ujar Andre saat dihubungi wartawan. 




(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi