Aktivis 98 Ray Rangkuti (tengah). MI/Rommy Pujianto.
Aktivis 98 Ray Rangkuti (tengah). MI/Rommy Pujianto.

People Power Dianggap Riak Kecil Demokrasi

Pemilu pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 16 Mei 2019 17:24
Jakarta: Klaim people power atau kekuatan rakyat yang digaungkan kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dinilai berbeda dengan era Presiden Soeharto. Aktivis 98 Ray Rangkuti mengatakan tak ada alasan kuat membangkitkan kekuatan rakyat.
 
"Saya menduga ini riak-riak saja bukan people power. Enggak ada yang disebut kemarahan rakyat, enggak ada yang disebut penderitaan rakyat," kata Ray saat dihubungi, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Baca: Wiranto Minta Masyarakat Tak Khawatir

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, syarat people power saat ini sama sekali tak terpenuhi. Dulu, masyarakat bergerak karena kesadaran bersama, utamanya dipicu bobroknya perekonomian yang ditandai krisis pada 1998.
 
Masyarakat saat itu juga tak senang dengan rezim Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. Saat ini, Presiden Joko Widodo baru memerintah selama satu periode. Kejenuhan masyarakat atas kepemimpinan Presiden Soeharto jadi alasan utama menggerakkan kekuatan rakyat.
 
"Dengan segala macam kekalutan, kebebasan tidak ada, bersuara bebas tidak boleh, ormas partai enggak bisa bergerak, yang jelas kebebasan dikekang banget lah," ujar dia.
 
Sekarang, kondisi seperti itu tak ditemukan. Demokrasi yang bertanggungjawab betul-betul diterapkan di bawah kepemimpinan Jokowi. Ray juga menyinggung proses pemilihan umum sebagai pemicu klaim people power.
 
Baca: 30 Ribu Personel Jaga Pengumuman Hasil Pemilu
 
Ia melihat pemilu dilakukan melalui mekanisme yang transparan. Kecurangan yang diklaim kubu 02 juga sulit dibuktikan karena detailnya tak pernah diusut secara terbuka.
 
"Jadi sebenarnya ini (klaim people power) riak-riak yang selalu terjadi dalam pelaksanakan pemilu kita. Cuma eskalasinya kadang-kadang besar kadang kecil," tegas Ray.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif