Kotak suara. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Kotak suara. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Tim Kampanye Diultimatum Untuk Tunduk Aturan

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Faisal Abdalla • 27 Maret 2019 05:01
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan tim kampanye peserta pemilu 2019 menaati aturan saat menggelar kampanye akbar. Bawaslu memastikan jajaranya siap mengawasi setiap kegiatan kampanye akbar.
 
"Jika tim Kampanye itu taat terhadap aturan, maka jaminannya adalah pelanggaran minim," kata Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin di Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Afif mengatakan meski pelanggaran saat ini belum terlalu masif, Bawaslu akan tetap memaksimalkan pengawasan. Bawaslu senantiasa menagih itikad baik peserta pemilu untuk mewujudkan kampanye yang bermartabat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan sampai ada ujaran-ujaran yang menakutkan, jangan sampai merugikan ruang publik kita," ujar Afif.
 
Afif mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima lagi laporan adanya pelanggaran dalam kegiatan kampanye akbar. Namun jika ada, dia meyakinkan Bawaslu di daerah siap memprosesnya.
 
"Belum banyak yang kami dapatkan dari sisi pelanggaranya," imbuhnya.
 
(Baca: Bawaslu Minta Pemantau Pemilu Taati Aturan)
 
Bawaslu sebelumnya menemukan sejumlah pelanggaran di hari pertama kampanye rapat umum. Dari catatan Bawaslu, kedua paslon capres dan cawapres sama-sama melakukan beberapa hal yang dilarang.
 
Pelanggaran kedua belah pihak tak dirinci secara detail. Bawaslu hanya menyebut beberapa pelanggaran yang dilakukan dari kedua paslon berupa pelibatan pihak yang dilarang dalam kampanye seperti anak-anak hingga aparatur sipil negara (ASN).
 
Selain itu ditemukan juga pelanggaran dalam penggunaan alat peraga kampanye (APK). Pelanggaran-pelanggaran itu ditemukan baik di kegiatan kampanye paslon 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Banten, maupun kampanye capres 02 Prabowo Subianto di Manado, Sulawesi Utara.
 
Metode kampanye rapat umum akan dilaksanakan selama 21 hari mulai 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019. Dalam metode kampanye rapat ini, KPU menerapkan sistem zonasi.
 
KPU telah membagi zona kampanye rapat umum dalam dua zona, yaitu zona A dan zona B. Masing-masing zona terdiri dari 17 provinsi.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif