Jokowi Terus Memperhatikan Kaum Disabilitas

Arga sumantri 18 November 2018 12:11 WIB
pilpres 2019Jokowi-Ma`ruf
Jokowi Terus Memperhatikan Kaum Disabilitas
Wakil Ketua Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin Sekjen PKB Abdul Kadir Karding (kiri). Foto: MI/Mohamad Irfan.
Jakarta:Pemerintahan Joko Widodo dinilai telah menunjukkan komitmennya terhadap kaum disabilitas. Ini bisa dilihat dari sejumlah kebijakan yang didorong terus memperhatikan mereka yang berkebutuhan khusus.

"Misalnya, mendorong seluruh kebijakannya, termasuk kebijakan pemerintah daerah agar kebijakan-kebijakan itu memiliki perspektif ramah terhadap difabel," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, saat dihubungi, Minggu, 18 November 2018. 


Pernyataan ini diungkapkan menanggapi janji kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang ingin menghadirkan uang Braille bagi penyandang disabilitas jika terpilih di Pilpres 2019. Menurut Karding, yang dibutuhkan oleh kaum disabilitas saat ini adalah komitmen yang kuat.

"Dan itu sudah ditunjukkan oleh Pak Jokowi yang memberi ruang yang besar terhadap teman-teman difabel," ucap dia.

Mereka yang berkebutuhan khusus,kata Karding, juga harus dibukakan akses agar bisa mengekspresikan segala potensinya. Misalnya, ruang-ruang ekspresi seperti Asian Para Games. "Yang kita lihat sukses luar biasa di Indonesia." 

Para penyandang disabilitas, lanjut Karding, juga membutuhkan sarana prasarana yang ramah. Misalnya, akses jalan, fasilitas umum, buku konvensional maupun virtual, atau gawai.

"Itu harus mulai diarahkan pada gadgetatau buku-buku yang Braille. Jadi khusus Alquran misalnya yang bisa dibaca dan dipahami oleh mereka," ucap Ketua DPP PKB itu.

Kemudian, penggunaan bahasa isyarat juga dinilai penting menjadi hal yang umum di masyarakat. Ini  supaya stigma masyarakat soal difabel berubah.

Baca:Ide Uang Braille Dipertanyakan

Sebelumnya, Direktur Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Hashim Djojohadikusumo menjanjikan kemudahan bagi penyandang disabilitas. Salah satunya, pencetakan uang Braille jika Prabowo-Sandi menang.

"Itu ide saya untuk bikin mata uang Braille. Kami dapat aspirasi dari tunanetra ada banyak yang bekerja jadi tukang pijat di panti," kata Hashim, saat peluncuran buku Paradoks Indonesia versi huruf Braille, Jumat, 16 November 2018.





(OGI)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id