Masyarakat Diimbau Cerdas Memilih Ulama

Arga sumantri 30 November 2018 04:00 WIB
pilpres 2019
Masyarakat Diimbau Cerdas Memilih Ulama
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyarankan masyarakat pandai memilih ulama jelang Pilpres 2019. Sebab, fenomena yang paling banyak muncul dalam kontestasi politik kali ini adalah simbol agama.

"Oleh karena itu harus diantisipasi bahwa kita harus mengikuti kiai, ulama yang benar-benar ilmu agamanya dalam," kata Muhaimin di Kantor DPP PKB, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 29 November 2018. 


Muhaimin mengatakan dewasa ini banyak orang mudah mendapat label ulama, gus, atau kiai. Padahal, ilmu agamanya belum tentu dalam.

"Orang berbondong-bondong menjadi gus, gus sugi tidak tahu siapa, kemudian ada gus milenial, tiba-tiba ada kiai baru tanpa ilmu agama yang dalam," ujarnya. 

Kedalaman ilmu agama, kata dia, menjadi syarat utama seseorang menyandang gelar ulama atau kiai. Gelar tersebut tak bisa didapat secara instan atau disematkan sembarangan.

"Kalau kedalaman ilmunya pas-pasan itu bahaya. Orang menyalahkan orang lain, dan seterusnya," tuturnya.

Jelang Pilpres, lanjut Cak Imin, banyak ceramah agama yang justru mendorong kekerasan dan permusuhan. Cak Imin mencontohkan ceramah Habib Bahar yang menghina Joko Widodo. Ceramah itu viral di media sosial.

"Ya kayak model-model gitu tuh ingin populer, kedua memang pengalaman emosinya belum stabil sehingga tidak layak diikuti, masyarakat atau publik harus pintar memilih habib, ulama yang benar ilmunya," tegasnya.

Muhaimin juga menyoroti fenomena ghirah keagamaan masyarakat. Saat ini, kata dia, ghirah keagamaan masyarakat tidak hanya muncul di masjid, pesantren, atau tempat ibadah lainnya. Ghirah keagamaan muncul dalam setiap lini kehidupan.

"Jadi bagi orang Nahdlatul Ulama (NU) dan pesantren, ghirah keagamaan itu biasa. Tapi sekarang di sosial media sungguh luar biasa," ucap dia kepada peserta Musabaqah Tilawatil Kitab Kuning.

Perkembangan informasi dan teknologi diyakini Cak Imin mempengaruhi bergesernya ghirah keagamaan masyarakat. Perubahan zaman ini harus diantisipasi masyarakat dengan cermat. 

"Hari ini umat islam di Indonesia juga masih perlu untuk dipacu. Karena Indonesia sebagai pemeluk agama islam terbesar adalah wajah baru islam rahmatan lil alamin," ungkapnya.




(AZF)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id