Komisioner Bawaslu DKI, Puadi--Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
Komisioner Bawaslu DKI, Puadi--Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.

Terduga Pelaku Politik Uang di Jakarta Utara Dibebaskan

Pemilu politik uang bawaslu pemilu serentak 2019
Ferdian Ananda • 18 April 2019 12:48
Jakarta: Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Puadi mengatakan telah melepas pria yang diduga akan melakukan politik uang di depan rumah pemenangan Caleg DPRD DKI, M Taufik. Pria berinisial CL itu dipulangkan setelah sebelumnya diperiksa di Mapolres Metro Jakarta Utara.
 
"Makanya yang kemarin itu proses pembuatan berita acara enggak boleh, yang bersangkutan harus dipulangkan," kata Puadi, Kamis, 18 April 2019.
 
Dalam pemeriksaan yang dilakukan terhadap CL telah terjadi kesalahan prosedur. Kata Puadi, dimana dugaan tindak pidana pemilu seharusnya diproses oleh Gakkumdu Jakarta Utara. "Karena ini tindak pidana pemilu, jadi bukan ranah kepolisian untuk membuat berita acara klarifikasi itu," sebutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tidak mengenal istilah operasi tangkap tangan (OTT). Segala bukti yang ditemukan dalam dugaan tindak pidana pemilu disebut dengan temuan.
 
Baca: Bawaslu DKI Usut Dugaan Politik Uang di Jakarta Utara
 
Sebelumnya, Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan Anggota Bawaslu Jakarta Utara telah menangkap seorang pria yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di depan rumah pemenangan Caleg DPRD DKI, M Taufik. Bahkan petugas juga mengamankan amplop yang diduga digunakan untuk serangan fajar.
 
"Ada satu orang yang ditangkap, warga biasa. Masih diproses," kata Ketua Bawaslu Jakut Mochammad Dimyati, di Jakarta Utara, Selasa, 16 April 2019.
 
Menurutnya, pelaku yang diduga melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu bernama Charles Lubis. Dia ditangkap di Jalan Warakas III gg 6 samping pos RW 01 Tanjung Priok, Jakarta Utara.
 
"Ketangkapnya 17.30 WIB di wilayah Warakas di depan rumah Pak Taufik, di posko kemenangannya," sebutnya.
 
Dimyati menjelaskan, Penyidik Gakkumdu masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Charles. Oleh karena itu, pihaknya belum bisa memastikan ada atau tidaknya keterlibatan dugaan politik uang tersebut dengan M. Taufik.
 
"Belum tahu ya, apa ada indikasi keterlibatan M Taufik, informasinya Pak Taufik nggak ada di situ," terangnya.
 
Meskipun demikian, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa amplop yang berisi uang, yakni 80 amplop berisi uang Rp500 ribu dalam operasi tangkap tangan tersebut.
 
"Barang buktinya sudah ada berupa amplop. Amplop warna putih, rencananya semalam mau ada kegiatan ngumpulin saksi-saksi, RW yang jadi korwil," pungkasnya.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif